Beternak Itik dengan Cara Tradisional, Untung atau Rugi?

Pertanianku Beternak itik bisa dilakukan melalui tiga cara, yaitu ekstensif, intensif, dan semi-intensif. Ekstensif merupakan sebutan lain dari beternak itik dengan cara tradisional. Cara ini masih cukup sering dilakukan dan memang sudah menjadi kearifan lokal masyarakat di kawasan rawa lebak.

beternak itik
foto: Pertanianku

Pada sistem ini, itik akan dilepaskan begitu saja di rawa untuk mencari pakan, seperti kodok atau ikan-ikan kecil. Peternak tidak begitu memerhatikan jam pemberian makan, pakan diberikan pada waktu-waktu tertentu yang tidak menentu.

Kandang yang digunakan juga sangat sederhana, hanya sebagai tempat untuk itik beristirahat. Bahan yang digunakan untuk membuat kandang adalah bambu atau kayu galam. Kandang dibangun langsung di atas rawa. Ukuran kandang disesuaikan dengan lahan yang tersedia atau sesuai dengan kebutuhan peternak. Ukuran kandang untuk 100 itik dewasa adalah 18 m2 (3 m × 6 m).

Jumlah itik yang dipelihara tidak begitu diperhatikan, peternak juga tidak memperhitungkan rasio antara itik jantan dan betina. Tindakan perawatan yang diberikan ala kadarnya saja, yang penting itik tidak mati.

Setiap hari itik dilepas begitu saja di rawa-rawa untuk mencari makanan berupa ikan, anak kodok, udang, siput, dan sumber pakan lainnya yang tersedia di rawa.

Peternak akan menggunakan ubi, sagu, atau dedak sebagai pancingan untuk menggiring itik kembali ke kandang.

Sistem pemeliharaan ini sangat bergantung pada ketersediaan jumlah pakan di alam. Jika sumber pakan di sekitar area pemeliharaan sudah berkurang, kegiatan usaha beternak itik akan dipindahkan ke tempat lain yang masih memiliki persediaan pakan untuk itik.

Teknik perawatan ekstensif terbilang kurang menguntungkan karena tingkat produktivitas itik tidak begitu diperhatikan. Itik juga jarang diberikan perlakuan yang dapat memicu tingkat produktivitas sehingga telur yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan sistem perawatan intensif dan semi-intensif.

Baca Juga:  Kriteria Mesin Tetas yang Bagus untuk Digunakan

Selain itu, sistem perawatan ini sangat bergantung pada kondisi alam. Jika kondisi alam sedang tidak bagus seperti turun hujan terus, aktivitas peternakan akan terhambat dan itik jadi mudah sakit.

Peternak bisa menggunakan sistem peternakan yang semi-intesif, di mana proses perawatan dilakukan dengan cara tradisional tetapi dengan prinsip-prinsip modern. Hasil telur yang akan didapatkan jauh lebih banyak dibandingkan sistem perawatan tradisional.

 


loading...