Beternak Walet dengan Putar Telur

Pertanianku — Anda tidak perlu selalu memancing walet datang, beternak bisa dimulai dari sriti. Rumah walet yang sudah dihuni oleh sriti, sudah bisa dilakukan putar telur sriti. Cara ini belum tentu berhasil 100 persen, tetapi bisa meningkatkan populasi walet. Beternak walet bisa dilakukan di dataran rendah ataupun dataran tinggi.

beternak walet
foto: pertanianku

Beternak walet di dataran tinggi kesulitan utamanya adalah populasi yang lebih sedikit dibanding sriti. Oleh karena itu, di dataran tinggi peternak harus lebih sering melakukan putar telur, yaitu mengganti telur sriti dengan telur walet.

Syafrian Ali—peternak walet di dataran tinggi dari Purwakarta, Jawa Barat, sudah berhasil mendapatkan keuntungan berlipat. Syafrian mengelola rumah walet berukuran 6 m × 8 m setinggi 2 lantai dan sudah dihuni oleh puluhan walet yang menghasilkan 20 sarang.

Loading...

Salah satu kunci keberhasilan Syafrian adalah memasang pemanas untuk mengontrol suhu dalam sarang yang bisa lebih rendah, mencapai 16°C. Dalam rumah tersebut, Syafrian memelihara walet yang baru menetas dalam mesin tetas. Walet yang tumbuh menjadi lebih terbiasa dengan suhu dingin dan ketika dilepas liar pun walet menjadi kebal dingin. Benar saja, saat Syafrian melepaskannya, hanya 10 persen burung yang kembali.

Prinsip tersebut digunakan dalam ternak walet yang menggunakan putar telur walet dengan sriti untuk menciptakan walet yang mampu bertahan di dataran tinggi. Putar telur pertama dilakukan pada 1.000 butir telur sriti yang dibuang. Setiap sarang sriti diisi oleh 2 butir telur walet.

Mulanya, cara ini memang hanya akan berhasil sebesar 10 persen, hanya beberapa telur walet yang dapat menetas. Sisanya, telur akan dibuang oleh induk sriti yang curiga jika itu bukan telur sriti karena ukurannya yang lebih besar.

Pada putar telur kedua yang dilakukan dua bulan berikutnya. Tingkat keberhasilan bertambah meskipun hanya sedikit. Saat periode putar telur ketiga, biasanya putar telur mulai berjalan dengan baik, tingkat tetas telur mencapai 50 persen. Hal ini karena sriti terbiasa dengan bentuk telur walet.

Pada saat itu akan lahir anak walet dalam jumlah yang banyak dan mulai terbentuk komunitas walet. Cara ini menciptakan walet yang mampu bertahan di dataran tinggi dengan suhu rendah. Setelah 5—6 bulan berikutnya, sarang sriti sudah dilapisi oleh liur walet. Sarang yang masih bercampur dengan sriti memang tidak laku dijual. Namun, bisa dimanfaatkan menjadi larutan aroma yang disemprotkan ke lagur-lagur dan dinding rumah walet.

 

Loading...
Loading...