Betta mahachai, Cupang Aduan yang Kuat Bertubuh Hijau Metalik

Pertanianku — Mahachai merupakan nama kota kecil yang berada 28 km di sebelah barat Bangkok, Thailand. Kini, nama kota tersebut berubah nama menjadi Samut Sakhon. Di kota ini cupang Betta mahachai pertama kali ditemukan pada 2001.

betta mahachai
foto: Unsplash

Cupang aduan ini ditemukan oleh Nonn Panitvong, Akkapol Wisitchainont, dan Arthit Prasartkhul pada Oktober 2001. Cupang ditemui di sekitar rawa-rawa yang kotor penuh dengan limbah karena lokasi rawa-rawa tersebut berada di kawasan industry. B. mahachai bertahan di tengah jumlah yang sedikit. Oleh karena itu, cupang ini perlu dilestarikan dari kepunahan.

Tubuh Betta mahachai berwarna hijau metalik alami dan berukuran lebih panjang dari Betta splendens. Secara fisik, penampilan cupang ini mirip dengan Betta imbellis. B. mahachai  disebut-sebut sebagai cikal bakal warna metalik pada Betta splendens.

Di tengah kalangan pencinta cupang aduan, cupang asal Bangkok ini terkenal memiliki ketahanan dan kelengkapan pukulan yang luar biasa.

Sejak cupang aduan berbadan hijau metalik ini ditemukan, permintaannya terus meningkat. Permintaan tersebut berasal dari dalam dan luar negeri sehingga banyak orang yang berdatangan ke lokasi pertama kali cupang ini ditemukan. Setahun kemudian, lokasi tersebut sudah berubah dan B. mahachai semakin sulit ditemukan di habitat aslinya. Hal ini disebabkan oleh perkembangan industri dan perumahan yang membuat habitat aslinya menjadi semakin sempit.

Menurut penduduk lokal, B mahachai sudah sejak ratusan tahun lalu dipelihara sebagai cupang aduan. Untuk mendapatkan kualitas aduan yang baik, masyarakat melepas induk cupang adu terbaiknya, yakni Betta splendens, Beta smaragdina, dan Betta imbellis ke habitat Betta mahachai. Pelepasan tersebut diharapkan dapat menyebabkan perkawinan silang sehingga menghasilkan cupang adu silangan yang lebih berkualitas.

Baca Juga:  Strategi KKP Mengendalikan AMR di Bidang Perikanan Budidaya

Betta mahachai merupakan spesies Betta splendens yang kompleks sehingga saat ini belum diklasifikasikan secara resmi karena masih dipelajari. Cupang ini masih diidentifikasi apakah termasuk spesies yang unik atau merupakan subspesies (hybrid) dari Betta splendens.

Cupang aduan ini diduga sebagai hybrid Betta splendens karena habitat aslinya berada dekat dengan kota di mana masyarakat melepas cupangnya ke alam. Cupang tersebut diduga berkembang biak dengan spesies lain yang sudah ada dan membentuk hybrid jenis baru.