Biaya Kesehatan Mahal, The Elders Dorong Indonesia Naikkan Cukai Rokok


Pertanianku — Faktor pembiayaan menjadi salah satu hambatan dalam mewujudkan universal health coverage (UHC), The Elders menyinggung, untuk Indonesia, cukai rokok dinilai bisa jadi salah satu sumber pembiayaan.

cukai rokok
Google Image

“Cukai rokok masih rendah,” kata Gro Harlem Brundtland, Wakil Ketua The Elders yang juga mantan Perdana Menteri Norwegia, dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/11).

Gro Harlem menyebutkan, di Indonesia terkait kurangnya pembiayaan untuk layanan kesehatan bisa dilihat dari beberapa indikator. Di antaranya Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi. Selain itu, juga masalah tingginya angka stunting atau gangguan pertumbuhan fisik pada balita masih belum teratasi.

Sementara itu, mantan Presiden Meksiko, Ernesto Zedillo menyebut, ada beberapa alasan untuk menaikkan cukai rokok sebagai sumber pembiayaan. Salah satunya yang terpenting ialah karena rokok tidak baik untuk kesehatan. Menurutnya, di Indonesia terlalu banyak orang yang merokok sehingga pembiayaan untuk layanan kesehatan sangat tinggi.

“Banyak bukti menyebut bahwa harapan hidup akan meningkat, angka kejadian penyakit paru dan kanker menurun, jika kita mengurangi rokok,” kata Ernesto, yang juga anggota The Elders.

The Elders merupakan kelompok pemimpin independen yang didirikan oleh Nelson Mandela pada 2007, dan bertujuan untuk mewujudkan perdamaian, keadilan, dan hak asasi manusia di seluruh dunia. Saat ini, mantan Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan menjabat sebagai ketuanya.

Terkait masa depan UHC di Indonesia, Ernesto menilai saat ini sudah ada komitmen kuat dari pemerintah. Dengan berbagai keterbatasannya, program Jaminan Kesehatan Nasional dinilainya sudah menunjukkan adanya kerangka kerja untuk menuju ke sana.

“Kita tidak bisa mengembangkan universal health coverage hanya dalam semalam,” kata dia optimis.

Baca Juga:  Lima Orangutan Dilepasliarkan oleh BOSF ke Kehje Sewen
loading...
loading...