Bintaro, Tanaman Obat yang Menjadi Nama Daerah

Pertanianku — Apa yang terlintas di pikiran Anda setelah mendengar kata bintaro, apakah bayangan daerah yang terletak di kawasan Tangerang? Di balik itu, ternyata bintaro merupakan nama tanaman obat yang memiliki nama Latin Cerbera manghas L.

bintaro
foto: bumn.go.id

Tanaman ini tumbuh bersemak dan tingginya bisa mencapai 26 m dengan diameter batang 70 cm. Daunnya berbentuk bulat telur sungsang hingga elips, berukuran 5—31 cm dengan pangkal daun yang membaji.

Bunga dari tanaman ini berbentuk mahkota lima helai, berwarna putih bersih dengan bagian pusat yang berwarna jingga hingga merah. Sementara, bagian buahnya berwarna hijau mengilap hingga hijau kemerahan, berdiameter 6—8 cm dengan bentuk bulat.

Loading...

Bagian yang bisa dimanfaatkan dari tanaman bintaro adalah biji, daun, akar, dan kulit kayu. Buahnya mengandung asam palmitat, asam stearate, asam oleat, dan asam linoleat. Tanaman ini memiliki efek farmakologi sebagai pencahar, gatal-gatal, rematik, dan pilek.

Tanaman ini sebenarnya bisa diolah untuk kepentingan lain selain obat herbal. Tanaman ini ampuh untuk menakut-nakuti tikus yang datang ke rumah. Anda bisa menaruh buahnya di dekat tempat tikus sering berlalu lalang.

Tak hanya itu, fakta menarik lainnya dari buah ini adalah bintaro juga bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan lilin, bio-insektisida, obat luka, deodoran, dan bisa berpotensi menjadi bahan biodiesel.

Menurut hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor, buah bintaro sebenarnya bisa dijadikan bahan bakar alternatif. Jika dibandingkan dengan bjii jarak, kandungan biji buah bintaro jauh lebih tinggi sehingga sangat berpotensi untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Meskipun bisa digunakan sebagai obat herbal, semua bagian tanaman ini beracun karena mengandung cerberin dan kardiak glikosida. Zat tersebut dapat menghambat detak jantung dalam tubuh. Oleh karena itu, jangan pernah menyalakan api menggunakan kayu tanaman ini karena bisa mengeluarkan asap beracun yang membahayakan manusia.

Baca Juga:  Gedebog Pisang, Limbah di Indonesia Berharga Mahal di Amerika

Jika Anda ingin menggunakannya sebagai obat herbal, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau herbalis. Selain itu, gunakan dosis sesuai anjuran atau tidak berlebihan.

Untuk mengobati gatal-gatal, rematik dan pilek, gunakan bagian biji dan buah. Peras hingga menghasilkan minyak, Gunakan minyak tersebut untuk meredakan penyakit yang sedang diderita.

 

 

Loading...
Loading...