Bioaktif Lidah Buaya Bisa Jadi Alternatif Antibiotik Ayam Petelur


Pertanianku — Tahukah Anda? Bioaktif lidah buaya ini mempunyai efektivitas yang sama dengan antibiotik sebagai imbuhan pakan untuk konsumsi ransum, bobot telur, dan konversi ransum bagi ayam petelur di tingkat peternak komersial.

Bioaktif lidah buaya
Foto: Shutterstock

Lidah buaya adalah salah satu tanaman yang sudah banyak digunakan untuk kesehatan karena mengandung bioaktif yang dikenal sebagai antrakinon. Antrakinon ini juga berfungsi sebagai antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen di dalam usus.

Ekstrak khlorofom dari gel lidah buaya diketahui mempunyai pengaruh menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Salmonella. Tidak hanya untuk manusia, zat yang terkandung dalam lidah buaya itu pun ternyata sangat bermanfaat bagi hewan ternak, khususnya ayam.

Pemberian optimum bioaktif lidah buaya sebagai campuran pakan ayam petelur adalah 1,00 g/kg pakan. Gel lidah buaya dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan pada ayam broiler serta dapat memperbaiki nilai konversi pakan.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Balitbang Kementerian Pertanian, pembuatan tepung yang mengandung zat bioaktif lidah buaya diawali dengan memisahkan daging dari kulit. Kemudian daging lidah buaya dikeringkan menggunakan oven.

Selanjutnya, daging lidah buaya yang sudah kering digiling hingga menjadi tepung. Untuk memperoleh 1 kg pakan tepung lidah buaya ini, biasanya dibutuhkan 100 kg lidah buaya segar.

Manfaat pemberian pakan lidah buaya ini antara lain dapat mengurangi konsumsi ransum dibandingkan dengan ransum yang diberi antibiotik. Selain itu, campuran pakan dari lidah buaya ini juga mampu menghasilkan bobot telur lebih tinggi serta nilai konversi ransum lebih rendah dengan perbaikan konversi ransum 8,40%.

Baca Juga:  Cara Paling Efektif Pemasaran Ternak Ayam Kampung