Biokompos Buatan Balingtan Mampu Ikat Logam Berat dan Bahan Beracun

Pertanianku — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbantan) melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) berhasil menciptakan produk teknologi yang diberi nama biokompos. Biokompos atau biochar-kompos merupakan pupuk organik yang mengombinasikan pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan 4:1.

biokompos
foto: pixabay

Bahan baku pupuk kandang berasal dari kotoran sapi yang dipelihara di Kebun Percobaan Balitbangtan. Sementara itu, arang atau biochar terbuat dari limbah pertanian lokal, seperti limbah kayu, sekam padi, tempurung kelapa, tongkol jagung, dan lain-lain. Selain itu, limbah dari perkebunan juga kerap dimanfaatkan untuk membuat arang, seperti tempurung kelapa sawit dan kulit buah kakao.

Arang atau biochar dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna dari limbah pertanian. Arang ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama apabila dikomposkan. Melansir dari litbang.pertanian.go.id, arang dapat mengurangi laju produksi N2O melalui perbaikan sifat fisika tanah, sifat kimia tanah, dan sifat biologi tanah.

Sifat fisika tanah di antaranya difusi, agregasi, dan daya pegang air. Sementara itu, sifat kimia tanah adalah derajat kemasaman, hara nitrogen tersedia dari mineral dan organik, serta karbon organik terlarut. Terakhir, sifat biologi tanah adalah jumlah mikrooganisme dan aktivitas makro fauna.

Biokompos besutan Balitbangtan memiliki komposisi C-organik 14,6 persen, N total 1,9 persen, P total 1,85 persen, K total 0,77 persen, dan kadar air 13 persen. Produk buatan Balitbangtan ini sudah mendapatkan sertifikasi hak paten dengan nomor IDP000044095.

Pupuk merupakan komponen penting dalam budidaya tanaman padi. Pupuk yang umumnya digunakan petani ada dua jenis, yaitu pupuk organik dan pupuk kimiawi. Namun, di sisi lain pupuk juga berpotensi menyumbang gas rumah kaca yang dapat menyebabkan panas bumi meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan pengolahan pupuk yang tepat agar dapat meminimalisir efek kadar gas rumah kaca.

Baca Juga:  Penyakit Tanaman yang Perlu Diwaspadai saat Musim Hujan

Pemberian pupuk ogranik yang sudah matang ke dalam tanah sawah cenderung dapat meminimalisir hasil gas rumah kaca.