Biologis Lahan Gaharu


Pertanianku – Faktor lahan dalam pengembangan budi daya, secara teknis dapat ditentukan melalui pendekatan kondisi endemik penyebaran tanaman yang potensial sebagai penghasil gaharu. Para pencari gaharu mengestimasi bahwa lahan-lahan marginal dengan kesuburan rendah, pada daerah beriklim panas dan curah hujan kurang dari 1.000 mm/tahun, merupakan daerah penghasil gaharu berkualitas baik. Selain itu, dapat diperhatikan kesesuaian sifat genetik tanaman sebagai tumbuhan pioner yang tidak tahan cahaya matahari langsung pada fase pertumbuhan awal (vegetatif).

Biologis Lahan Gaharu

 

Pemilihan lahan budi daya dapat ditentukan dengan memperhatikan faktor edafis lahan serta memerlukan tanaman atau pohon lain sebagai naungan. Pada sisi lain, budi daya pada lahan-lahan yang memiliki kondisi fisik dan kimia lahan yang tergolong marginal dan miskin hara, secara fisiologis akan memberikan dampak terjadinya gangguan stres sehingga akan berperan positif dalam merespon gangguan penyakit.

Dengan dukungan faktor genetik pohon produksi yang erat hubungannya dengan sifat rentan terhadap infeksi penyakit, akan menguntungkan terhadap kecepatan proses produksi dalam menghasilkan gaharu. Sebaliknya, pada lahan-lahan dengan kesuburan tinggi, ketersediaan komponen hara akan mudah bagi pohon untuk membangun antibodi yang dapat menangkal gangguan penyakit sehingga diduga kuat proses terbentuknya gaharu akan terhambat.

 

Sumber: Buku Budidaya dan Bisnis Gaharu

Baca Juga:  Langkah Mudah dan Cermat Budidaya Tanaman Kopi
loading...
loading...