Biosekuriti Ternak Ayam, Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati

Pertanianku — Biosekuriti menjadi salah satu kunci mencegah serangan penyakit pada usaha ternak ayam. Sekilas, biosekuriti ternak ayam mungkin terlihat cukup rumit, padahal biaya yang dikeluarkan untuk penerapannya terbilang lebih murah ketimbang mengobati ayam yang sakit. Biosekuriti tidak hanya seputar menjaga kebersihan kandang ayam, tetapi juga memberikan jaminan kepada ternak agar ternak merasa nyaman sehingga hasil didapatkan bisa lebih optimal.

biosekuriti ternak ayam
foto: Pertanianku

Berikut ini aspek-aspek biosekuriti yang perlu Anda ketahui.

Lokasi peternakan dan konstruksi kandang

Lokasi peternakan idealnya jauh dari perkampungan, lokasi peternakan ayam lain, dan lokasi lain yang dapat menyebabkan kontaminasi. Lokasi harus mudah dijangkau oleh transportasi. Selain lokasi, Anda juga perlu memperhatikan konstruksi kandang. Misalnya, pagar untuk mencegah binatang liar dan konstruksi kandang serta bangunan pendukung lainnya.

Kebersihan kandang dan lingkungan

Lingkungan kandang, gudang, ataupun bangunan pendukung lainnya harus senantiasa dijaga kebersihannya. Rumput liar yang berada di sekitar kandang perlu dipotong secara berkala agar tidak mengganggu sirkulasi udara antarkandang dan tidak menjadi tempat bersembunyi serangga serta hama lainnya. Drainase kandang juga harus dibuat sebaik mungkin dan dipastikan berfungsi untuk mencegah genangan air.

Membatasi lalu lintas ternak, orang, dan sarana peternakan lainnya

Manusia atau pekerja dan pengunjung, ternak, serta sarana peternakan merupakan salah satu sumber pembawa bibit penyakit ke dalam area peternakan. Itu sebabnya Anda perlu menerapkan peraturan untuk membatasi keluar masuknya ternak, orang, dan sarana peternakan. Semua orang yang masuk ke kandang harus mengikuti prosedur biosekuriti.

Menutup akses untuk binatang liar

Binatang liar dan serangga dapat menjadi agen penular bibit penyakit tertentu. Misalnya, tikus berperan sebagai reservoir penyakit Salmonellosis, Psittacosis, Leptospirosis, E. coli, dan lain-lain. Sementara itu, serangga berperan sebagai agen penular cacing pita, IBD, dan lain-lain. Oleh karena itu, binatang liar harus dipastikan tidak masuk ke kandang atau gudang pakan.

Baca Juga:  Pusar Anak Ayam Basah, Timbulkan Penyakit Penyebab Kematian

Kegiatan biosekuriti lainnya

Anda juga perlu mencegah adanya pakan yang tercecer atau tumpah karena dapat memancing burung liar. Selanjutnya, Anda juga perlu memperhatikan pembuangan limbah, ayam mati, dan litter basah yang secepat mungkin harus dikeluarkan dari kandang.