Bisnis Buah Semangka Tanpa Biji


Pertanianku – Semangka sangat populer di masyarakat. Ada dua jenis semangka, yaitu daging merah dan daging kuning. Selain itu, ada semangga yang berbiji dan semangka tanpa biji. Sekarang ini banyak dijumpai semangka yang berdaging merah dan tanpa biji. Tak heran bila permintaannya meningkat. Oleh karena itu, banyak yang tertarik membudidayakannya. Tanaman ini mudah dibudidayakan, terutama di daerah panas.

Bisnis Buah Semangka Tanpa Biji

A. Memulai usaha

  • Tentukan lokasi ideal untuk penanaman, bisa di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m dpl.
  • Lakukan persemaian pada pot/polibag atau blok tanah. Semai satu biji di setiap pot. Gunakan media tanam persemaian berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.
  • Siapkan dan olahan lahan yang akan ditanami semangka. Buat guludan dengan lebar 3,6 m. Pilihan sistem budi dayanya bisa dengan mulsa atau tanpa mulsa.
  • Buat lubang tanam ukuran 40 cm x 40 cm x 30 cm dengan jarak lubang tanam 1 m x 2 m, kemudian beri pupuk kandang sebanyak 10—20 ton/ha.
  • Tanam bibit setelah berdaun dua helai (berumur empat minggu) atau bibit sambungan yang telah berdaun 2—3 helai.

B. Kendala

  • Budi daya yang masuk pada musim hujan dapat menyebabkan semangka berkurang rasa manisnya.
  • Adanya serangan penyakit pada musim hujan, terutama kutu kuning dan hijau yang dapat menyebarkan penyakit virus mozaik serta hama-hama lain.

C. Strategi

  • Jika ada bibit yang mati setelah dipindahkan ke lahan, segera lakukan penyulaman 3—5 hari setelah tanam.
  • Beri pupuk berupa campuran 100 kg urea, 200 kg TSP, dan 100 kg KCl per ha. Berikan lagi pupuk, yaitu umur dua minggu dan tiga minggu setelah tanam.
  • Setiap tanaman sebaiknya cukup dipertahankan dua buah.
  • Untuk menghindari warna yang kurang merata akibat terkena sinar matahari, buah sebaiknya rutin dan sering dibolak-balik.
  • Panen buah setelah 70—120 hari setelah penanaman, tergantung bibit awal. Ukuran buah besar dapat mencapai 5—8 kg/tanaman.
  • Gali informasi budi daya semangka di sentra produksinya, seperti Pekalongan, Tegal, Wonogiri, Sragen, Boyolali, Karanganyar, serta Klaten (Jawa Tengah); Malang, Madiun, Ponorogo, serta Ngawi (Jawa Timur); dan Balai Selasi serta Air Haji (Sumatera Barat).
Baca Juga:  AS Punya Apel Hasil Rekayasa Genetik

Sumber: Buku 79 Bisnis Pertanian Menguntungkan

loading...
loading...