Bisnis Pembesaran Udang Windu di Tambak


Pertanianku – Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas ekspor. Hingga kini udang windu masih menjadi dambaan bagi pengusaha tambak karena permintannya masih cukup tinggi. Oleh karena itu, banyak petambak tidak jera membudidayakannya meskipun usaha ini sering naik-turun.

Bisnis Pembesaran Udang Windu di Tambak

A. Memulai usaha

  • Pilih lokasi usaha pembesaran yang memiliki air bersih dan jernih dengan salinitas 15—35 ppt, pH 7,5—8,5, suhu 24—32o C, oksigen terlarut minimal 3 ppm, dan tidak tercemar.
  • Siapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti salinometer, termometer, pH meter, dan tes kit kualitas air.
  • Buat tambak dengan ukuran 2.000—3.000 m2.
  • Olah tanah dasar tambak dengan cara dicangkul, dibalikkan, dan dikeringkan. Selanjutnya, tambahkan pupuk kandang 250 g/m2, pupuk urea 5 g/m2, dan TSP 5 g/m2.
  • Isi tambak dengan air payau setinggi 80 cm.
  • Tebar benur beberapa hari kemudian. Lakukan penebaran dengan kepadatan 10—20 ekor/m2.

B. Kendala

  • Tingkat kehidupan di tambak rendah karena pencemaran dan kerusakan lahan.
  • Serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian.
  • Jika pemeliharaan tidak intensif, pertumbuhan udang lambat (kuntet).

C. Strategi

  • Berikan pakan alami berupa plankton dan pakan pelet sebanyak 3—5% berat udang dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.
  • Gunakan sistem resirkulasi tertutup dan sistem petak tandon atau petak biofilter.
  • Lakukan pencegahan, seperti penggunaan desinfektan, imunostimulan, serta vitamin, sejak pengadaan benih, pemeliharaan, hingga pemanenan.
  • Panen dapat dilakukan setelah udang dipelihara 3—4 bulan.

Sumber: 79 Bisnis Pertanian Menguntungkan

loading...
loading...