Bisnis Sarang Burung Walet Omzet Puluhan Juta Rupiah


Pertanianku — Bisnis sarang burung walet kembali marak. Di Indonesia sendiri, kondisi lingkungan mikro dan makro cukup untuk budidaya walet, seperti suhu, kelembaban, dan curah hujan yang jadi penyebab walet betah untuk tinggal.

Sarang Burung Walet
Google Image

Pembangunan rumah walet pertama kali tercatat di Pulau Jawa sekitar pertengahan abad ke-19. Jenis yang banyak “dirumahkan” ialah walet sarang putih Collocalia fuciphaga. Harga jual walet jenis ini mencapai Rp10 juta—Rp13 juta/kg.

Saat anjlok, harga sarang walet hanya berkisar Rp2 juta—Rp4,5 juta/kg. Kini, harganya mencapai Rp6 juta—Rp8 juta/kg. Terkait penjualannya pun sangat mudah, yaitu peternak tinggal mengirimkan ke penampung dan uang hasil penjualan diterima.

Selain itu, peternak juga leluasa memilih pedagang yang memberi harga paling tinggi dengan sistem pembarayan harus tunai. Menarik bukan?

Naiknya permintaan sarang walet, tidak lepas dari dibukanya keran impor sarang walet oleh pemerintah Tiongkok. Masyarakat Tiongkok memanfaatkan sarang walet untuk sumber nutrisi bagi ibu hamil dan bayi di bawah lima tahun.

Di lain pihak, saat pemerintah Tiongkok memberlakukan embargo sarang walet, eksportir Indonesia tidak hanya berpangku tangan. Pengusaha mencoba mencari pasar alternatif ke negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

Ketika Tiongkok kembali membuka kembali impor sarang walet, pasar di negara-negara baru tetap berjalan. Dengan demikian, permintaan pun melonjak drastis dan semakin menguntungkan pengusaha sarang walet.

Untuk membangun rumah walet kelas menengah berukuran 8 m × 20 m berlantai empat membutuhkan dana Rp300juta—Rp500 juta bergantung pada teknologi yang digunakan. Ada pula yang menghabiskan dana hingga Rp1 miliar untuk membuat rumah walet bintang 5, sebutan untuk rumah walet besar dengan fasilitas lengkap.

Sebenarnya, untuk membangun sarang walet tidak harus selalu bermodal besar. Anda bisa memulainya dengan modal Rp20 juta, yaitu dengan merenovasi kamar di lantai atas rumah Anda. Kayu bisa dijadikan sebagai bahan utama dalam upaya penghematan biaya hingga 50%.

Baca Juga:  Panen Nila 500 Gram per Ekor
loading...
loading...