BKSDA: Masyarakat Harus Giat Lakukan Penangkaran


Pertanianku — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta dorong masyarakat pecinta satwa maupun tanaman untuk melakukan penangkaran. Hal itu guna mengurangi perburuan di alam bebas.

penangkaran
Google Image

“Hasil cukup bagus, saat ini kesadaran masyarakat melakukan penangkaran tumbuhan dan satwa liar sudah mulai tumbuh,” kata Kepala BKSDA Yogyakarta, Junita Parjanti, seperti dikutip dari Antaranews.com (6/11).

Junita mengungkapkan, hingga kini setidaknya ada 30 unit penangkaran yang terdaftar mendapatkan izin di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Unit yang berizin tersebut terdiri atas 14 penangkar burung meliputi jalak bali, jalak putih, dan jenis paruh bengkok, dan tujuh unit penangkaran mamalia meliputi rusa timor dan kijang.

Ia juga mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan upaya pelestarian dan pemanfaatan satwa, khususnya satwa liar di bidang penangkaran.

“Guna mendukung sosialisasi tersebut, kami juga menggelar Festival Satwa Hasil Penangkaran selama tiga hari sejak Jumat (3/11) hingga Minggu (5/11), dengan tema Melaraskan Konservasi dan Budaya,” katanya.

Rangkaian festival ini beriringan dengan tradisi saparan bekakak. Tradisi tersebut merupakan event tahunan di kawasan cagar alam Gunung Gamping, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Menurut Junita, bertumbuhnya penangkaran satwa dapat mengurangi ketergantungan hasil tangkapan dari alam. Bahkan, hal ini bisa berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pada festival tersebut kami juga melepasliarkan puluhan ekor burung yang tidak dilindungi tapi keberadaannya sudah jarang di alam karena perburuan. Di antaranya burung trucuk, kutilang, deruk, pleci, dan plenci. Burung-burung tersebut merupakan sumbangan dari para penangkar,” paparnya.

Selain itu, dilakukan penyerahan secara simbolis jalak bali dari penangkar binaan dalam rangka restoking ke Taman Nasional Bali Barat.

“Saat ini 30 ekor restoking jalak bali,” kata Junita.

Baca Juga:  Walhi Aksi Tolak Pembangunan Pembangkit Listrik Batu Bara di COP-23

Selain itu, pihaknya dari BKSDA juga tengah memproses pengembalian 12 ekor kakaktua jambul kuning ke Pulau Maluku.

loading...
loading...