BPOM RI Sita 45 Jenis Pangan Ilegal yang Masuk ke Indonesia


Pertanianku — Badan POM RI menyita 45 jenis pangan ilegal, baik itu olahan maupun beku yang akan dijual di restoran-restoran di Jakarta. Terungkap, ternyata bahan pangan ilegal itu merupakan produk asal Jepang, Thailand, dan Cina yang dibeli di Singapura.

jenis pangan ilegal
Google Image

Produk-produk ini dibawa ke Indonesia melalui jalur udara dan laut secara ilegal. Kebanyakan berupa pangan olahan beku yang dikemas dengan koper pakaian ukuran besar yang bagian dalamnya dilapisi styrofoam dan ditambah es kering.

Penggeledahan sarana distribusi pangan dilakukan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny K. Lukito di Komplek Pergudangan Duta Harapan Indah (DHI) Blok KK Nomor 40—42 Teluk Gong, Jakarta Utara, Selasa (12/12) malam.

Hal itu dilakukan demi mengintensifkan pengawasan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2018. Dalam hal ini, Badan POM RI didampingi oleh Polda Metrojaya.

“Selain produk pangan ilegal, sarana ini juga melakukan pengemasan ulang dan pemasangan label kembali. Sebagai contoh, minyak yang kemasan aslinya 25 kg/liter ditemukan dikemas menjadi kemasan retail 1,5 liter dan 250 gram. Ini merupakan tindak pemalsuan,” katanya seperti dikutip dari Liputan6, Kamis (14/12/2017).

Menurut Penny, temuan produk-produk pangan ilegal ini berisiko membahayakan kesehatan masyarakat. Produk pangan dan kosmetika ilegal tidak dapat dijamin keamanan, manfaat, dan mutunya karena belum melalui penilaian dari Badan POM RI.

“Selain merugikan kesehatan, produk impor ilegal juga merugikan secara ekonomi karena masuk ke Indonesia tanpa membayar pajak, dan berpengaruh terhadap daya saing produk Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, tindakan yang dilakukan pemilik sarana merupakan pelanggaran terhadap Pasal 139, 142, dan 143 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Ancaman pidana yang akan didapatkan, yaitu penjara kurungan paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Baca Juga:  Sawit Tekan Angka Kemiskinan Indonesia
loading...
loading...