BPPT Siap Kembangkan Teknologi untuk Dongkrak Produksi Garam


Pertanianku – Di kala kelangkaan garam yang sedang terjadi, Indonesia dituntut dapat menyelesaikan masalah tersebut secepatnya. Untuk itu, pemerintah memutuskan mengimpor garam dari luar. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi pasokan garam tanah air.

Namun, belum lama ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ternyata sudah memiliki teknologi untuk mengatasi kekurangan pasokan garam dalam negeri. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Untuk diketahui, salah satu faktor yang memengaruhi lemahnya produksi garam nasional adalah cuaca buruk. Meski memiliki garis pantai yang panjang, sejumlah sentra produksi garam justru mengalami curah hujan tinggi. Hal tersebut yang menyebabkan banyak pelaku usaha garam tidak dapat beroperasi seperti biasanya.

“Soal garam, ternyata BPPT itu sudah sangat bisa bikin garam. Ternyata bisa murah-meriah tanpa melihat cuaca,” ujar Luhut, mengutip Kompas (7/8).

Bahkan pihaknya telah menyampaikan hal tersebut pada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Untuk itu, akan diadakan rapat dengan Wapres untuk membahas masalah pergaraman yang akan melibatkan sejumlah ahli garam dari Kemenristekdikti.

Teknologi dari BPPT itu akan diuji coba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selanjutnya, teknologi yang sama akan diterapkan di wilayah sentra produksi garam lainnya seperti Madura.

Jika hal tersebut berjalan dengan lancar, Luhut optimis, bukan hanya masalah cuaca yang teratasi, tetapi biaya untuk produksi garam juga bisa ditekan. “Sehingga produksinya bisa kita angkat, sehingga kita tak perlu impor lagi. Itu salah satu rekayasa dari BPPT yang tadi dibuat,” kata Luhut.

Pasalnya, pemerintah telah memutuskan dalam rapat yang digelar pekan lalu untuk menugaskan PT Garam (Persero) untuk mendatangkan bahan baku garam konsumsi sebanyak 75.000 ton untuk memenuhi kebutuhan garam di Indonesia.

Baca Juga:  Rusia Miliki Kampung Vegetarian

Hal tersebut tentu saja memunculkan pro-kontra di kalangan masyarakat dengan pertanyaan mengapa Indonesia, negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua, harus impor garam untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.

loading...
loading...