BPS: Upah Buruh Tani Meningkat


Pertanianku – Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) upah nominal buruh tani harian nasional mengalami peningkatan. Tercatat pada Juni 2017 lalu, upah buruh tani naik 0,26 persen menjadi Rp49.912 dari Rp49.782 pada bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers belum lama ini mengatakan upah riil juga naik 0,04 persen dari sebelumnya Rp37.380 menjadi Rp37.396.

“Perubahan upah riil menggambarkan perubahan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh,” kata Suhariyanto melansir dari Republika (19/7).

Terjadinya perubahan daya beli tersebut bagi buruh tani dan buruh informal perkotaan, yaitu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Semakin tinggi upah riil, semakin tinggi daya beli upah buruh, atau sebaliknya.

Untuk perkembangan upah buruh informal perkotaan, upah nominal buruh bangunan tukang bukan mandor per hari naik 0,02 persen dari Rp83.958 menjadi Rp83.975 per hari. Sementara, upah riil turun dibanding Mei 2017 menjadi Rp64.736 dari sebelumnya Rp65.170 per hari.

Upah nominal buruh potong rambut wanita per kepala tercatat naik 0,83 persen dari sebelumnya Rp25.438 per kepala menjadi Rp25.649 per kepala, sedangkan upah riil Juni 2017 naik 0,14 persen dari Rp19.745 menjadi Rp19.772 per kepala.

BPS mencatat rata-rata upah nominal Juni 2017 untuk pembantu rumah tangga naik 0,17 persen dari Rp374.453 menjadi Rp375.090 per bulan. Sementara, upah riil turun 0,52 persen dari Rp290.657 menjadi Rp289.153 per bulan.

Baca Juga:  Biaya Kesehatan Mahal, The Elders Dorong Indonesia Naikkan Cukai Rokok
loading...
loading...