Buah dan Sayuran Hasil Genetic Editing Siap Dipasarkan


Pertanianku – Teknologi yang semakin berkembang pesat membuat manusia menciptakan sesuatu dengan mudah. Bahkan, buah dan sayuran yang kita konsumsi setiap hari tak luput dari bahan penelitian.

Foto: pexels

Belum lama ini buah dan sayuran yang dihasilkan secara genetik yang telah disunting DNA-nya akan segera beredar di pasaran. Ciptaan ini ditemukan oleh para ahli dengan menggunakan teknik yang tepat bagaimana membuat buah apel tidak menjadi cokelat setelah dikupas dan dipotong, atau menambahkan lebih banyak vitamin A ke buah pisang.

Teknologi menyunting DNA (genetic editing/GA) ini bakal lebih menarik konsumen dan tidak memicu kontroversi sebagaimana rekayasa genetika yang lebih dulu dikenal sebelumnya.

Penyuntingan ini antara lain meliputi melemahkan gen tertentu untuk meningkatkan atau mengurangi jumlah kandungan alami dari buah-buhan dan sayuran tertentu. Namun dalam teknik terbaru ini, para ahli sama sekali tidak menambahkan gen tertentu dari luar, yang telah memicu perdebatan dan kritik dari para environmentalis, khususnya di Eropa.

“Menghindari mencangkok gen asing ke dalam tanaman membuat teknik ini lebih alami dibanding tanaman transgenik,” terang Dr. Chidananda Kanchiswamy dari Institut Pertanian San Michele di Italia.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Trends in Biotechnology. Kanchiswamy dan timnya menyebutkan, selama ini banyak tanaman buah mengalami rekayasa genetika dengan mencangkokkan gen asing—seperti bakteri—ke dalam DNA mereka.

Namun, dari banyak jenis buah hasil rekayasa genetika, praktis hanya pepaya hasil rekayasa genetika yang telah dipasarkan secara luas. Ini karena peraturan yang ketat di Uni Eropa.

Tidak tertutup kemungkinan, tanaman buah atau sayuran yang DNA-nya telah mengalami penyuntingan, oleh regulator dianggap sebagai bukan tanaman hasil rekayasa genetika. Dr Kanchiswamy berharap orang-orang memahami bahwa tanaman yang dikembangkan melalui bioteknologi tidak dibatasi hanya pada tanaman hasil rekayasa genetika (GMOs).

Baca Juga:  Rumput Laut Dijadikan Bahan Bakar, Bagaimana Bisa?

“Transfer gen asing merupakan langkah awal untuk meningkatkan hasil panen kita. Tapi GEOs akan meningkat sebagai strategi alami dengan memanfaatkan bioteknologi untuk masa depan pertanian yang berkelanjutan,” ungkap Kanchiswamy.

Berkat teknologi seperti CRISPR (Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats) mengedit gen tanaman menjadi sangat mudah, dan ini telah menjadi solusi praktis dalam bioteknologi. Dengan teknologi ini, proses untuk mengedit seperti ‘cut and paste’ DNA menjadi sangat mudah.

Menggabungkan peningkatan pengetahuan dari genom (kode genetik) dari berbagai tanaman buah dengan teknologi DNA-editing akan menghasilkan varietas baru dengan berbagai sifat baru.

loading...
loading...