Buah Lontar Berpotensi Sebagai Bahan Baku Bioetanol

Pertanianku— Saat ini sudah banyak yang mulai mengembangkan bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan dengan bahan bakar minyak yang berasal dari fosil. Pasalnya, bahan bakar minyak tersebut bisa habis sewaktu-waktu dan sulit untuk diperbaharui. Salah satu bahan bakar alternatif yang sedang dikembangkan adalah bahan bakar nabati bioetanol yang terbuat dari buah lontar.

buah lontar
foto: http://balitka.litbang.pertanian.go.id/

Lontar atau siwalan (Borrasus flabelifer) merupakan palma yang tumbuh di daerah kering seperti Nusa Tenggara. Pohon lontar biasanya disadap untuk mendapatkan niranya. Nira tersebut sering digunakan untuk membuat minuman, cuka, gula lempengan, dan bioetanol. Sementara itu, masyarakat Nusa Tenggara Timur sering mengolah nira lontar untuk dijadikan minuman beralkohol.

Nira lontar dapat digunakan sebagai bahan campuran untuk bahan bakar minyak menjadi gasohol. Penggunaan lontar dalam pembuatan bahan bakar minyak menjadi pertanda sudah dimulainya era bahan bakar hijau.

Bahan bakar minyak gasohol mampu mengurangi emisi karbon dioksida yang saat ini sedang dikhawatirkan oleh pegiat lingkungan. Oleh karena itu, gasohol sangat diharapkan bisa menjadi solusi terhadap ketersediaan bahan bakar serta permasalahan lingkungan.

Penggunaan gasohol juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani lontar karena hasil panen yang didapatkan bisa langsung terserap untuk bahan baku bioetanol.

Keunggulan lain dari bioetanol dari buah lontar ialah diproduksi dari tanaman yang bisa diperbaharui. Selain itu, kandungan kadar oksigen dalam bioetanol ini sekitar 35 persen dan bioetanol bisa terbakar lebih sempurna sehingga penggunaannya dapat menurunkan emisi gas rumah kaca.

Pohon lontar bersifat soliter dan tumbuh berkelompok di lahan-lahan marginal. Pohon bisa tumbuh subur di daerah dengan tipe iklim D atau E. Lontar bisa tumbuh subur di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 100—500 mdpl. Jenis tanah yang cocok adalah aluvial hidromof dan latosol cokelat kemerah-merahan.

Baca Juga:  Atasi Ulat Grayak Secara Hayati dengan SINPV

Biasanya, masyarakat akan menanam pohon lontar pada musim hujan dan menyadap nira lontar pada musim kering.

Nira lontar sering digunakan sebagai campuran bahan bakar premium. Nira lontar dapat menaikkan nilai oktan menjadi lebih tinggi. Inilah yang menyebabkan harga jualnya lebih mahal.

 

 

 


loading...