Budidaya Artemia Indoor di Bak Pemeliharaan

Pertanianku — Artemia dapat dibudidayakan di tambak ataupun di dalam ruangan dengan menggunakan bak pemeliharaan. Jika tertarik melakukan budidaya artemia di dalam bak pemeliharaan, Anda harus rutin memerhatikan faktor suhu, salinitas, kecerahan air, dan sebagainya.

budidaya artemia
foto: pertanianku

Budidaya artemia yang dilakukan di dalam ruangan dapat menggunakan dua sistem, yaitu sistem aliran tertutup dan sistem aliran terbuka. Sistem aliran tertutup dilakukan dengan menggunakan air yang diresirkulasi untuk digunakan kembali setelah mendapatkan perlakuan sehingga pembudidaya tidak perlu mengganti air. Sementara itu, sistem aliran terbuka dilakukan dengan menggunakan air yang mengalir secara terus-menerus.

Berikut ini langkah-langkah budidaya artemia yang dilakukan di dalam ruangan (indoor) dengan menggunakan bak pemeliharaan.

Perlengkapan budidaya

Budidaya artemia membutuhkan wadah berupa bak fiberglass, bak semen, atau bak kayu yang bagian dalamnya sudah dilapisi plastik tebal. Jika budidaya dilakukan dengan sistem aliran tertutup, bak tersebut harus dilengkapi dengan aerator untuk memasok oksigen di dalam air dan filter air untuk membersihkan air yang kotor.

Pakan tambahan

Artemia yang dipelihara di dalam bak pemeliharaan membutuhkan makanan berupa partikel kecil, seperti sel alga, bakteria, dan dentritus yang berukuran 1—50µm. Selain itu, artemia memerlukan pakan tambahan yang berukuran lebih kecil dari makanan utamanya. Pakan tersebut dapat berupa pakan buatan seperti dedak halus dan pakan hidup atau plankton.

Cara budidaya

Lama budidaya bergantung pada ukuran artemia yang diinginkan. Jika artemia tersebut diperuntukkan sebagai pakan juvenil udang, lama pemeliharaan berlangsung selama tujuh hari. Sementara itu, artemia untuk pakan udang dewasa atau sebagai bahan baku pakan buatan dipelihara minimal selama 15 hari.

Artemia sebaiknya dipelihara dalam suhu rendah karena suhu tinggi dapat menyebabkan sistem metabolisme artemia meningkat sehingga produksi ammonia juga akan meningkat. Salinitas kolam harus dijaga tetap rendah agar konsumsi O­2­ meningkat dan ekskresi NH3 juga bertambah.

Baca Juga:  Budidaya Pembesaran Ikan Bawal di Kolam Terpal

Sistem aerasi harus diberikan secara periodik sekitar satu menit setiap setengah jam. Sistem aerasi yang berlangsung secara terus-menerus dapat menghambat pertumbuhan larva.

Agar lebih andal dalam budidaya artemia, Anda perlu terus berlatih dan menambah wawasan dalam bidang budidaya. Buku Artemia yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya dapat menjadi salah satu sarana Anda untuk belajar lebih dalam budidaya artemia. Segera hubungi WhatsApp Admin Penebar Swadaya untuk mendapatkannya sebagai referensi untuk memulai usaha.