Budidaya Bawang Merah di Lahan Rawa

Pertanianku — Kondisi ideal untuk pertumbuhan tanaman bawang merah adalah tanah yang subur, gembur, dan mengandung banyak humus atau bahan organik. Budidaya bawang merah lebih mudah dilakukan di tanah yang lempung berpasir atau lempung berdebu dengan tingkat pH sebesar 5,5—6,5. Budidaya komoditas ini lebih bagus dilakukan pada musim kemarau dengan sistem pengairan yang cukup.

budidaya bawang merah
foto: Pixabay

Lahan rawa merupakan salah satu lokasi yang sangat berpotensial untuk digunakan bertani. Indonesia memiliki lahan rawa seluas 34,12 juta hektare, sebagian besar lahan tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi.

Lahan rawa sangat berpotensial digunakan untuk menanam tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, serta tanaman tahunan. Di Sumatera Selatan, lahan rawa digunakan untuk menanam padi, sedangkan di Kalimantan Selatan lahan tersebut digunakan untuk menanam jeuk dengan sistem surjan.

Melihat dari contoh-contoh tersebut, bukan sesuatu yang mustahil jika budidaya bawang merah juga bisa dilakukan di lahan rawa. Lahan yang akan digunakan harus dibangun saluran drainasenya terlebih dahulu agar air tidak menggenangi lahan secara terus-menerus. Selanjutnya, lahan diolah dengan cara digemburkan dan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman.

Jangan lupa untuk memberikan kaptan atau dolomit minimal pada 2 minggu sebelum ditanam. Dosis kapur dolomit yang harus diberikan adalah 1—1,5 ton/hektare/tahun. Buatkan bedengan dengan lebar 101,2 m dan ketinggiannya sekitar 10—20 cm. Buatkan parit di antara bedengan selebar 0,6 m.

Setelah lahan selesai diolah, langkah selanjutnya adalah menyiapkan umbi bawang merah yang akan ditanam. Umbi tersebut sebaiknya diberikan Dithane M-45 sebanyak 10 gram/1 kg umbi, lalu diperam selama 12 jam. Setelah itu, umbi sudah bisa ditanam ke dalam lubang tanam pada bedengan. Gunakan jarak antarlubang tanam sebesar 20 × 15 cm. Selanjutnya, siram umbi dengan gembor agar air menyebar secara merata.

Baca Juga:  Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Buah Nanas

Penyiraman untuk tanaman yang berumur 0—10 hari harus dilakukan pada pagi dan sore hari. Setelah tanaman berumur 10 hari lebih, penyiraman cukup dilakukan pada pagi hari. Penyiraman juga perlu dilakukan setelah hujan turun untuk membuang embun bekas hujan yang menempel.

Jangan lupa berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang ayam sebanyak 10—20 ton/hektare. Setelah itu, dilanjutkan pupuk Urea, SP36, dan KCl dengan dosis 100 kg N, 120 kg P2O5, dan 150 kg K­2O per hektare saat 2—3 hari sebelum tanam. Selanjutnya, berikan pupuk susulan sebanyak 100 kg N/hektare saat tanaman berumur 30—35 hari.

Bawang merah sudah bisa dipanen setelah berumur 60—70 hari dengan ciri-ciri umbi yang sudah terbentuk dan keluar dari permukaan tanah. Ciri-ciri tanaman yang siap dipanen juga dapat terlihat dari daun tanaman yang menguning.


loading...