Budidaya Brokoli di Dataran Tinggi, Kenapa Tidak?


Pertanianku – Brokoli (Brassica oleracea L.) merupakan sayuran hijau yang kaya manfaat jika rutin dikonsumsi. Di Indonesia brokoli pun sangat mudah ditemukan, mulai dari pasar tradisional hingga supermarket. Bahkan, sayuran satu ini menjadi komoditi pangan yang diperhitungkan. Hal ini karena permintaan brokoli tinggi. Dan brokoli merupakan salah satu sayuran yang wajib dimasak oleh para ibu.

Budidaya Brokoli di Dataran Tinggi, Kenapa Tidak?

Peluang bisnis budidaya brokoli memiliki prospek bagus. Budidaya brokoli dapat Anda lakukan di dataran tinggi sekalipun. Ini karena brokoli dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan kondisi iklim yang dingin. Budidaya brokoli pun cukup mudah dilakukan. Sama seperti seperti sayuran lain, Anda juga harus memerhatikan pasokan air serta ketinggian lahan untuk membudidayakan sayuran ini.

Sayangnya, sayuran ini hanya akan tumbuh dengan optimal di dataran tinggi. Jika Anda mencoba membudidayakannya di dataran rendah, tanaman tidak akan tumbuh dengan maksimal. Sebab, brokoli membutuhkan tempat hidup yang memiliki udara sejuk dan dingin.

Sebelum memulai budidaya brokoli sebaiknya Anda mulai mempersiapkan beberapa faktor terkait proses budidayanya. Berikut tata cara budidaya brokoli di dataran tinggi.

Persiapan lahan

Sebelum memulai budidaya brokoli, Anda perlu mempersiapkan lahan tanamnya. Tanah yang digunakan untuk budidaya brokoli sebaiknya digemburkan terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan untuk membantu brokoli dapat tumbuh dengan cepat. Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya, dengan mencangkul tanah.

Lahan yang telah dicangkul kemudian dicampur dengan pupuk. Untuk penggunaan pupuk sebaiknya adalah pupuk kandang. Pencampuran antara tanah dan pupuk juga harus merata. Setelah proses ini selesai, Anda dapat mulai membuat lubang dengan ukuran kedalaman kurang lebih 30 cm dengan jarak untuk masing masing tanaman sekitar 40—50 cm.

Baca Juga:  Makan Tomat Bisa Kurangi Kolesterol Jahat? Begini Kata Peneliti

Pembibitan

Untuk bibit brokoli, Anda dapat membelinya di toko penjual bibit. Kebanyakan bibit brokoli masih didatangkan dari luar negeri. Pada umumnya bibit yang dijual masih dalam bentuk benih siap semai. Bibit yang Anda peroleh dapat disemaikan dalam polybag hingga tumbuh menjadi kecambah. Biasanya waktu yang diperlukan oleh bibit sampai tumbuh kecambah adalah satu bulan. Setiap kecambah biasanya memiliki 3—4 helai daun. Setelah kecambah tumbuh daun, baru dapat ditanam pada media tanah.

Proses penanaman

Setelah memindahkan kecambah dari polybag ke media tanah, perawatan yang harus dilakukan adalah melakukan penyiraman rutin pada tanaman. Penyiraman biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari. Lakukan penyiraman setiap harinya.

Perawatan dan pemupukan

Pada masa awal tanam, perawatan tanaman dapat dilakukan dengan membersihkan lahan apabila ada tanaman pengganggu yang ikut hidup di sekitar brokoli serta menyemprotkan cairan antihama secara rutin. Tujuannya, brokoli aman dari serangan hama dan penyakit yang akan memengaruhi pertumbuhan dari brokoli. Untuk pemupukan sendiri biasanya dilakukan setiap 2 minggu sekali. Apabila Anda membudidayakan brokoli untuk keperluan bisnis, sebaiknya lakukan penanaman setiap hari. Hal ini bertujuan agar panen dapat dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan.

Panen

Brokoli akan siap dipanen saat berusia 3 bulan. Brokoli yang siap panen biasanya memiliki warna hijau kekuning-kuningan.

loading...
loading...