Budidaya Ikan Dengan Jaring apung


Pertanianku – Pembudidayaan ikan dapat pula menggunakan jaring apung (cage culture), yaitu sistem budi daya ikan dalam wadah berupa jaring yang mengapung (floating net cage) dengan bantuan pelampung.

Budidaya Ikan Dengan Jaring apung

Sistem ini terdiri dari beberapa komponen, seperti rangka, kantong jaring, pelampung, jalan tepi, dan jangkar. Rangka terbuat dari kayu, bambu, pipa pralon atau aluminium. Bahan kantong jaring terbuat dari polyethelene (PE) atau polyprophelene (PP) dengan berbagai ukuran mata jaring yang tepinya diberi pelampung atau bahan yang bisa mengapung terbuat dari bambu atau drum.

Luas jaring apung 5 m x 5 m x 3 m atau 5 m x 5 m x 5 m dengan lebar mata jaring 3/4 inci sebanyak 4 unit. Untuk penutupbagian atas, bagian dasar jaring, dan sisi jaring pada bagian bawah (salvage) diberi lapisan jaring dengan mata jaring 2 mm.

Sistem ini ditempatkan di perairan dengan kedalaman 7—40 m. Penggunaan perairan dengan kedalaman <7 m kurang baik karena dasar jaring apung dekat dengan dasar perairan yang merupakan tempat berkumpulnya sedimen organik dan lumpur, termasuk limbah dari jaring apung sendiri. Pengadukan masa air yang terjadi di perairan tersebut bisa mencapai wadah budi daya dan mempengaruhi ikan serta kinerja produksi. Adapun penggunaan perairan dengan kedalaman >40 m lebih baik, tetapi memberatkan dalam pembiayaan untuk investasi.

Lokasi perairan yang cocok adalah perairan yang berarus tenang dan konstruksi yang benar. Sistem ini bisa memberikan kondisi lingkungan yang paling optimal dibandingkan dengansistem lainnya (kolam, tambak, dan kolam air lainnya). Oleh  karena itu, penebaran ikan pada sistem ini bisa dengan kepadatan yang relatif tinggi dibandingkan dengan sistem yang lainnya, tergantung spesies yang dibudidayakan.

 

Sumber: Buku Bisnis Ikan Konsumsi di Lahan Sempit

 

loading...
loading...