Budidaya Kodok, Hewan Amfibi Bernilai Ekonomi

Pertanianku — Kodok merupakan hewan amfibi yang bernilai ekonomi. Umumnya, hewan ini ditemui di sawah, rawa, atau tepian sungai. Biasanya, kodok hidup berkelompok. Kodok jantan akan bersama-sama mendendangkan lagu untuk mengajak kawin betina. Kebiasaan ini sering terjadi saat musim hujan. Masyarakat sering mencari kodok di sawah untuk dikonsumsi sendiri atau dijual ke pasar lokal terdekat. Namun, untuk kebutuhan komersial skala besar, permintaan kodok bisa dipenuhi dengan melakukan budidaya kodok.

budidaya kodok
foto: Pixabay

Budidaya kodok dimulai dari memilih induk, melakukan pemijahan, penetasan telur, pendederan hingga pembesaran.

Memilih induk

Induk kodok betina dan jantan dibedakan berdasarkan lubang telinga dengan mata, kantong suara, atau selaput jari. Induk betina yang sudah terpilih harus dipisahkan selama dua hari untuk merangsang birahi pasangannya.

Pemijahan

Proses pemijahan kodok di dalam kolam dapat mencontoh proses pemijahan di habitat aslinya. Kolam pemijahan dibuat seukuran 3 m × 3 m. Kolam tersebut diberikan pagar paranet di sekelilingnya setinggi 1—1,5 m untuk mencegah kodok kabur.

Kolam pemijahan diberikan tanaman air seperti eceng gondok atau teratai untuk membuat kodok nyaman memijah di kolam. Di bagian pematang kolam ditanami talas sebagai perangkap serangga. Pasokan air ke dalam kolam harus berjalan lancar melalui pintu air. Selain itu, kolam sebaiknya dilengkapi dengan drum berisi air untuk membuat hujan buatan.

Sebelum digunakan, bagian pematang kolam diberikan pupuk kandang/kompos terlebih dahulu agar banyak serangga yang datang. Untuk kolam beton, kolam cukup dibersihkan lalu diberikan pupuk kandang yang dimasukkan ke karung. Selanjutnya, karung tersebut diapungkan di atas permukaan air selama 3—5 hari hingga air kolam mengandung banyak pakan alami.

Proses pemijahan umumnya berlangsung pada malam hari, kemudian esok harinya sudah terlihat beberapa telur. Telur tersebut harus segera dipindahkan ke kolam penetasan.

Baca Juga:  Sebelum Memilih Kolam Terpal, Pertimbangkan Hal Ini Terlebih Dahulu

Penetasan telur dan perawatan benih

Luas kolam penetasan sekitar 3 kali luas kolam pemijahan. Hal ini bertujuan memberikan ruang yang cukup untuk kecebong. Kolam sebaiknya berupa bak semen atau kolam tanah. Dalam 2—3 hari telur akan menetas. Kecebong yang baru menetas tidak memerlukan pakan dari luar.

Pendederan dan pembesaran

Pendederan kodok lokal umumnya berlangsung selama 2—4 bulan sejak penebaran. Padat tebar 50—100 ekor/m2. Pakan yang diberikan adalah bekicot, cincangan daging ikan, dan belatung. Pakan diberikan hingga kodok terlihat kenyang. Untuk masa pembesaran, pakan yang diberikan hampir sama, pakan dapat diramu sendiri menjadi bentuk pasta atau pelet. Kodok yang dibesarkan sudah bisa dipanen setelah 4—5 bulan setelah pemeliharaan.