Budidaya Kol Brussel, Kecil-kecil Bermanfaat

Pertanianku— Kol brussel atau Brussels sprout merupakan jenis sayuran berukuran kecil dan mirip sayur kol. Sayuran ini memang bukan asli Indonesia, kol brussel berasal dari Brussel, ibukota Belgia. Meskipun ukurannya kecil, ternyata kandungan serat di dalam sayuran ini justru tinggi. Selain itu, kol mini ini kaya vitamin K karena bisa memenuhi 137 persen kebutuhan harian. Oleh karena itu, budidaya kol brussel dinilai memiliki peluang bagus.

budidaya kol brussel
foto: Pixabay

Penanaman kol brussel tidak bisa dilakukan sembarangan. Berikut ini langkah-langkah budidaya kol brussel.

Lokasi penanaman yang cocok

Untuk tumbuh baik, kol brussel butuh temperatur malam hari kurang dari 18,3°C. Oleh karena itu, di wilayah tropis seperti di Indonesia, kol ini baru bisa ditanam di dataran tinggi (lebih dari 1.000 m dpl). Struktur tanah harus memiliki sistem drainase dan aerasi yang baik. Tanah harus bertekstur kompak, subur dengan kandungan bahan organik tinggi, ber-pH agak masam (pH optimal 6,5).

Penyemaian benih

Penyemaian dilakukan dengan menggunakan polibag atau di bedengan. Media yang digunakan adalah campuran tanah, pasir, dan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan jumlah yang sama. Sebelum disemai, benih direndam terlebih dahulu ke dalam air panas bersuhu 50°C selama 30 menit. Perendaman berfungsi mencegah tanaman dari serangan Xanthomonas campestris dan mempercepat perkecambahan.

Selama penyemaian, kelembapan media harus dijaga dengan penyiraman secara rutin. Tempat persemaian harus terlindungi dari terpaan angin besar ataupun guyuran air hujan. Gunakan atap plastik sebagai naungan.

Dalam waktu 7—12 hari, benih-benih sudah berkecambah. Pada umur satu minggu, kecambah harus dijarangi dengan jarak 5—7 cm supaya bibit tidak tumbuh kurus dan lemah kondisinya. Bibit baru siap dipindah ke lahan penanaman setelah bibit berumur 4—6 minggu atau sudah mencapai ketinggian 10—15 cm.

Baca Juga:  Langkah-langkah Budidaya Tanaman Stevia

Pengolahan tanah

Lahan perlu diolah agar tanah gembur. Tanah harus dicangkul dan dijemur untuk menghilangkan bibit hama penyakit dan gulma. Setelah itu, buat bedengan dengan ketinggian 20—30 cm dan jarak antarbedengan 30 cm.

Lubang tanam dibuat berdiameter 29 cm dengan kedalaman 15 cm. Tiap lubang diberikan pupuk dasar, seperti kompos atau pupuk kandang sebanyak 2 genggam dan 5 gram NPK. Anda juga bisa menambahkan 1 gram furadan. Lubang tersebut dibiarkan selama 1—2 hari.

Penanaman

Pengangkatan bibit kol brussel harus hati-hati, jangan sampai perakaran banyak yang rusak. Bibit ditanam dengan seluruh bagian akar masuk ke tanah dan daun-daun terbawahnya tepat terletak di atas permukaan tanah.

Tanaman kol muda ini harus menerima air dalam jumlah cukup. Bila suhu udara begitu terik, penyiraman bisa dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Untuk tanaman yang sudah dewasa, penyiraman tidak dilakukan terlalu sering bila tanah memang benar-benar subur dan baik.

Pemeliharaan

Bibit yang baru ditanam ini masih perlu dilindungi dengan memberi naungan yang terbuat dari pelepah batang pisang. Seiring perkembangan tanaman yang membesar, naungan bisa diangkat, tapi tetap diletakkan di tanah sekitar tanaman untuk melindungi tanah dari sengatan sinar matahari dan jatuhan air hujan

Jika tanaman tampak tumbuh subur, pada umur 1 minggu cukup diberi pupuk NPK atau urea sebanyak 1 gram tiap tanaman. Namun, jika pertumbuhan tanaman tampak kurang subur, pemupukan dilakukan lewat media tanam juga lewat daun sekaligus. Lewat media tanam bisa dengan cara memberikan pupuk NPK atau urea. Untuk pupuk daun dilakukan dengan cara penyemprotan yang diarahkan ke daun-daun tanaman.

Satu minggu setelah pemupukan pertama, tanaman diberi pupuk lagi dengan NPK atau urea sebanyak 4 gram tiap tanaman. Pada umur 4 minggu, tanaman diberi pupuk NPK atau urea sebanyak 5 gram tiap tanaman.

Baca Juga:  5 Cara Memberikan Pupuk untuk Tanaman

Saat tunas mulai terbentuk, beri amonium sulfat dengan interval pemberian 10—14 hari. Perlu diperhatikan, bila krop mulai terbentuk, pemberian pupuk nitrogen harus dikurangi atau dihentikan sama sekali karena pemberian nitrogen yang berlebih akan menyebabkan kerontokan krop.

Panen

Kol brussel sudah bisa dipanen pada umur 5—7 bulan sejak semai, bergantung pada varietasnya. Krop yang melekat di bagian tunas sudah membesar dan cukup rapat kelopaknya. Krop yang akan dipanen dimulai dari yang letaknya di bagian bawah dulu terus mengarah ke atas.