Budidaya Melon di Pekarangan

Pertanianku — Melon bukan merupakan asli tanaman Indonesia. Akan tetapi, melon dapat tumbuh subur di Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah sangat mengenal buah melon karena rasanya manis dan menyegarkan. Budidaya melon bisa dilakukan di pekarangan asalkan agroekologinya sesuai.

budidaya melon
foto: Pertanianku

Melon lebih mudah tumbuh di dataran menengah dengan suhu yang agak dingin. Ketinggian dataran yang bagus untuk melon sekitar 300—1.000 m dpl. Jika lokasi menanam yang digunakan lebih rendah dari 300 m dpl, dikhawatirkan tanaman malah menghasilkan buah yang lebih kecil dan dagingnya agak kering. Kadar keasaman tanah yang dibutuhkan sekitar 6—7.

Jika lokasi pekarangan sesuai dengan agroekologi melon, Anda sudah bisa menanam melon sendiri. Melon lebih senang di daerah yang terbuka, tetapi tidak terlalu terik, intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan hanya sekitar 70 persen.

Benih yang akan digunakan harus diproduksi secara khusus dengan mengisolasi tanaman. Tujuannya, untuk menghindari penyerbukan silang dengan tanaman jantan yang tidak dikehendaki dan mencegah penularan penyakit yang bisa datang dari luar kebun pembibitan. Bibit tersebut bisa Anda dapatkan dari toko pertanian tepercaya.

Gunakan varietas unggulan agar Anda bisa mendapatkan buah melon berkualitas. Varietas unggulan yang bagus ditanam adalah honey drip, green pearl, marble white, golden crispy, dan tendril verde.

Budidaya melon bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan sistem hidroponik dan di lahan. Budidaya melon di lahan diawali dengan menyemai benih melon terlebih dahulu di pot-pot kecil. Media semai yang digunakan adalah tanah dan pupuk kandang steril dengan perbandingan 1:1. Setiap satu pot digunakan untuk menanam satu benih melon. Bibit baru akan tumbuh setelah berumur 2—3 minggu. Selanjutnya, bibit sudah siap untuk ditanam di kebun.

Baca Juga:  Kenal Lebih Dekat dengan Tanaman Refugia, Tanaman Pengendali Hama

Sebelum hari tanam tiba, sebaiknya Anda siapkan lubang tanam di kebun berukuran 50 cm × 50 cm × 30 cm. Setiap lubang diberikan pupuk kandang sebanyak 5—10 kg. Pemberian pupuk sebaiknya diberikan beberapa hari sebelum hari tanam.

Setelah bibit ditanam, Anda perlu memberikan pupuk buatan berupa 100 kg urea, 200 kg TSP, dan 100 kg KCL per hektare. Pupuk diberikan sebanyak dua kali saat tanaman berumur dua minggu dan empat minggu setelah tanam. Tanaman sudah mulai berbunga setelah berumur 30—50 hari.


loading...