Budidaya Pembesaran Ikan Bawal di Kolam Terpal

Pertanianku — Ikan bawal merupakan ikan air tawar yang berasal dari Amerika Latin. Bawal memiliki pertumbuhan yang relatif lebih cepat dibanding ikan air tawar lainnya. Bawal mempunyai sistem pernapasan yang baik karena permukaan insangnya lebih luas sehingga dapat bertahan dalam keadaan kandungan oksigen rendah. Budidaya ikan bawal dapat dilakukan pada perairan dengan pH 7,2—7,7, kadar oksigen di bawah 2,4—6 ppm, dan CO2 di bawah 5,6 ppm.

budidaya ikan bawal
foto: pertanianku

Budidaya ikan bawal perlu diawali dengan penebaran benih yang benar. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemeliharaan yang tepat seperti pemberian pakan. Berikut ini uraian lebih jelas langkah-langkah budidaya ikan bawal.

Penebaran benih

Agar benih yang ditebar dapat hidup dengan baik, penebaran benih harus dilakukan dengan penanganan khusus sejak pengangkutan benih. Terutama, untuk benih yang menempuh jarak jauh. Benih yang akan diangkut sebaiknya diberokkan terlebih dahulu.

Saat benih akan dimasukkan ke kolam, benih perlu diaklimatisasi terlebih dahulu agar benih tidak stres karena adanya perbedaan kondisi lingkungan. Penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Pemberian pakan

Bawal yang masih larva biasanya diberikan plankton nabati atau plankton hewani. Setelah ikan bawal dewasa, ikan dapat memakan organisme hewani dan nabati. Hal terpenting yang perlu Anda perhatikan dari pakan bawal adalah kandungan protein. Pastikan jumlah protein di dalam pakan tersebut sebanyak 30—40 persen.

Pemberian pakan harus menyesuaikan dengan karakter biologis ikan. Untuk menjaga kesehatan ikan, Anda dapat memberikan pakan daun pepaya atau daun ketapang. Kedua daun tersebut dapat memacu nafsu makan dan berfungsi sebagai antibiotik alamiah.

Perawatan

Anda perlu melakukan pengontrolan air setiap hari agar kualitasnya tetap baik. Bila perlu, lakukan penyiponan dasar kolam atau mengganti air sesering mungkin. Pasalnya, kemungkinan ada akumulasi kotoran ikan dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam sehingga memengaruhi kondisi air media budidaya. Jika kondisi air tidak bermasalah, Anda cukup melakukan penambahan volume air yang berkurang.

Baca Juga:  Sebelum Memilih Kolam Terpal, Pertimbangkan Hal Ini Terlebih Dahulu