Budidaya Pembesaran Sidat yang Terkenal Sulit

Pertanianku — Proses budidaya pembesaran sidat baru bisa dilakukan setelah sidat didederkan. Oleh karena itu, budidaya sidat untuk menghasilkan sidat berukuran konsumsi membutuhkan waktu yang lama. Untuk mendapatkan sidat berukuran 200 gram membutuhkan waktu selama 14–16 bulan. Umumnya, proses pembesaran sidat tidak jauh berbeda dengan pendederan. Proses diawali dengan persiapan, penebaran benih, pemberian pakan, dan pengaturan kualitas air.

budidaya Sidat
Foto: dok. Pertanianku

Persiapan

Persiapan kolam diawali dengan pengeringan untuk memutus siklus hidup bakteri dan virus serta membuang gas-gas beracun yang berada di dasar kolam. Setelah pengeringan, Anda perlu memperbaiki pematang dan kemalir untuk mencegah kebocoran dan memudahkan proses penangkapan. Kegiatan selanjutnya adalah pengapuran untuk meningkatkan produktivitas tanah. Setelah semua selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah pengisian air kolam.

Penebaran benih

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari pukul 07:00–09:00. Pasalnya, pada saat itu suhu masih cenderung tidak begitu panas dan tidak begitu dingin. Padat tebar yang digunakan harus sesuai dengan ukuran kolam. Padat tebar untuk benih berukuran 12 cm yang baik adalah 200 ekor/m2. Proses penebaran harus diawali dengan aklimatisasi terlebih dahulu.

Pemberian pakan

Pakan harus diberikan secara teratur, pemberian pakan diusahakan jangan sampai terlambat karena bisa menyebabkan tingkat kanibalisme sidat meningkat. Frekuensi pemberian pakan adalah empat kali sehari dengan jumlah pakan sekitar 5 persen dari biomassa sidat. Pakan dapat berupa pasta yang terbuat dari beberapa bahan pakan yang dicampur dengan air. Selain pasta, Anda bisa memberikan cacing tanah, cacahan bekicot dan keong mas, serta ikan rucah.

Pengontrolan

Kontrol benih dilakukan saat pemberian pakan. Anda perlu memperhatikan sifat sidat ketika diberikan pakan. Sidat yang sehat akan berkumpul dan memakan pakan yang diberikan. Sementara itu, untuk kontrol kualitas air perlu dilakukan dengan mengecek kondisi kandungan oksigen, nitrit, amoniak, pH, dan suhu air. Bila kondisi air sudah menurun, Anda perlu melakukan pergantian air.

Baca Juga:  Ternak Lele dengan Air Payau

Masih banyak informasi menarik seputar sidat yang bisa Anda simak di buku Budi Daya Belut dan Sidat yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya. Buku tersebut mengulas cara budidaya komoditas sidat dan belut secara detail dan jelas. Buku Budi Daya Belut dan Sidat cocok menjadi referensi Anda yang sedang belajar atau sedang mengembangkan usaha budidaya. Segera dapatkan bukunya di Tokopedia dan Shopee Mall Penebar Swadaya.