Budidaya Terung Gelatik, si Ungu Kecil yang Lezat

Pertanianku — Terung identik dengan tanaman sayur buah berwarna ungu dengan bentuk lonjong memanjang. Akan tetapi, ada jenis terung lain yang tak kalah populer di Indonesia. Terung gelatik, terung bogor atau terung hijau, dan tekokak atau ranti merupakan beberapa jenis terung yang bisa Anda budidayakan.

terung gelatik
Foto: pixabay

Terung gelatik merupakan terung dengan bentuk bundar. Warna kulit terung ini ungu dan keputih-putihan pada bagian dasarnya. Rasa terung ini sudah lezat tanpa dimasak sehingga sering dijadikan lalapan. Aroma terung ini juga tidak langu.

Terung dapat tumbuh di dataran tinggi ataupun dataran rendah dan akan maksimal apabila suhu tanam 22—30 oC. Seperti terung jenis lainnya, terung ini juga bisa dengan mudah dibudidayakan sendiri.

Loading...

Cara budidaya terung gelatik sebagai berikut. Pertama, siapkan lahan yang akan digunakan untuk bertanam terung gelatik. Gemburkan tanah dengan cara dibajak dan dibersihkan dari gulma dan rumput liar. Buat bedengan dengan lebar kurang lebih 1 meter dan tinggi 20—25 cm.

Biji terung disemai terlebih dahulu dengan cara ditabur. Satu hektare lahan membutuhkan kurang lebih 500 gram, tergantung daya perkecambahan dari biji terung tersebut.

Sepuluh hari kemudian, biji akan tumbuh menjadi bibit. Setelah bibit berumur 1,5 bulan, akan tumbuh sekitar 4 helai daun. Bibit tersebut siap ditanam ke lubang tanam.

Pilihlah bibit yang bagus dan sehat. Ciri-cirinya adalah memiliki vigor yang kuat dan daun berwarna hijau segar. Penanaman sebaiknya dilakukan di sore hari. Bibit ditanam dengan jarak berkisar 50 cm tiap bibitnya. Berikan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 0,5 kg.

Ajir dipasang setelah penanaman agar tidak merusak pekarangan. Jarak minimal pemasangan ajir adalah 5 cm dari pangkal batang. Jika dipasang setelah terung tumbuh besar, ajir dipasang dengan kemiringan sudut 45 derajat agar tidak merusak akar.

Baca Juga:  Cara Mudah Tumpangsari Bawang Merah dan Cabai

Setelah ditanam, siram dengan air agar tanaman tidak layu. Setelah tanaman berumur dua minggu, beri pupuk buatan pada tanaman terung. Urea, TSP, dan KCl dapat diberikan dengan perbandingan 1:2:1 sebanyak 12 gram tiap tanamannya.

Terung merupakan tanaman yang jarang terkena penyakit. Meskipun demikian, tetap lakukan perawatan pada tanaman terung gelatik yang sudah tumbuh. Penyemprotan fungisida diperlukan agar tanaman terung terhindar dari hama dan penyakit.

Hama yang biasa menyerang adalah kutu daun dan penyakit umumnya disebabkan oleh cendawan Phomopsis vexans dan Diaporthe vexans yang menyebabkan busuk buah dan Vertisilium alboartrum yang menyebabkan gugur daun.

Loading...
Loading...