Budidaya Udang Vaname di Lahan Sempit dengan Teknologi Microbubble

Pertanianku — Dahulu, budidaya udang vaname hanya bisa dilakukan di tambak yang jauh dari pemukiman warga. Oleh karena itu, modal untuk memulai budidaya cukup besar. Kini, budidaya udang sudah bisa dilakukan di lahan yang dekat dengan pemukiman warga, seperti di pekarangan rumah. Anda bisa melakukan budidaya udang di pekarangan dengan inovasi teknologi Microbubble yang terintegrasi dengan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS).

budidaya udang vename
foto: news.kkp.go.id

Teknologi ini sudah bisa digunakan sejak 2018. Kedua inovasi tersebut merupakan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, kedua inovasi yang bisa diterapkan di lahan terbatas juga memiliki kelebihannya masing-masing.

Microbubble dan RAS bisa digunakan untuk budidaya udang vaname dengan kepadatan lebih dari 1.000 ekor/m3. Dengan kepadatan tersebut, udang tetap dapat berproduksi dengan baik sehingga pembudidaya bisa mendapatkan udang yang berkualitas.

Loading...

Salah satu kelebihan yang bisa didapatkan dari inovasi tersebut adalah pembudidaya tidak perlu melakukan pergantian air. Dengan begitu, tidak akan menghasilkan limbah perikanan yang berpotensi bisa mencemari lingkungan.

Pembudidaya juga tidak memerlukan proses penyifonan atau proses pembuangan lumpur limbah sisa pakan dan kotoran udang yang ada di dalam kolam. Inovasi teknologi ini akan memisahkan limbah melalui proses penyaringan fisik sehingga limbah tersebut bisa diambil untuk dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman.

Microbubble dan RAS sudah pernah diuji coba pada kolam budidaya udang vaname dengan ukuran volume 49m3. Budidaya berlangsung selama 60 hari dan mampu menghasilkan udang vaname sebesar 14 gram/ekor dari awalnya hanya sebesar 0,5 gram. Dengan begitu, inovasi ini sangat berpotensial untuk digunakan pada skala rumah tangga sebagai sumber pemasukan tambahan.

Besaran modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya udang dengan teknologi ini adalah sebesar Rp20 juta. Pembudidaya sudah bisa mendapatkan kolam filter yang sudah dilengkapi dengan microbubble ultra intensif dan delapan kolam berbahan plastik yang kokoh dan berdiameter 3 meter. Tiap kolam bisa menampung bibit udang vaname sebanyak 12.000 ekor. Perhitungan kasarnya, pembudidaya bisa mendapatkan pendapatan kotor sebanyak Rp9,6 juta selama satu periode budidaya.

Baca Juga:  Speectra, Inovasi Budidaya Ikan di Lahan Rawa Banjiran

 

Loading...
Loading...