Budidaya Udang Vaname Superintensif, Panen Dua Kali Lipat

Pertanianku — Saat ini udang termasuk komoditas primadona pada sektor kelautan dan perikanan. Permintaannya terus bertambah setiap tahunnya, bahkan menjadi salah satu komoditas utama yang diekspor. Peluang pasar udang vaname memang tergolong bagus, tetapi untuk menangkap peluang tersebut, pembudidaya harus menerapkan sistem budidaya yang tepat. Salah satu teknik budidaya udang vaname yang dapat mendukung produktivitas tinggi adalah superintensif.

budidaya udang vename
foto: Pertanianku

Udang yang dibudidayakan secara intensif umumnya memiliki produktivitas rata-rata hanya 3 kg per m2. Sementara itu, budidaya udang vaname yang dijalankan secara superintensif dapat menghasilkan panen yang lebih melimpah, mencapai 7 kg per m2. Hal tersebut dikarenakan tingkat kepadatan yang digunakan lebih tinggi, mencapai 1.000 ekor per m2 atau rata-rata 370 ekor per m3. Berikut ini kunci keberhasilan budidaya udang vaname dengan cara superintensif. 

Kualitas air

Budidaya dengan tingkat padat tebar yang tinggi bisa berhasil apabila pembudidaya mampu menjaga kesehatan dan lingkungan kolam. Artinya, kualitas air menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan. Pembudidaya harus mampu mengendalikan kadar limbah organik, konsentrasi bahan organik terlarut tidak boleh lebih dari 100 ppm. Keberadaan bahan organik wajib diminimalisir agar tidak berubah menjadi asam belerang dan ammonia.

Bahan organik di kolam bisa diatasi dengan mengalirkan air laut ke bak pengendapan dan alat filtrasi atau penyaringan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke tambak. Pasalnya, salah satu sumber bahan organik adalah air laut yang dialirkan ke tambak.

Bahan organik juga bisa berasal dari pakan berkualitas rendah yang cepat larut, bangkai plankton atau udang yang mengendap di dasar kolam, serta kotoran kolam.

Untuk mencegah kadar bahan organik berlebih di dalam air, pembudidaya dapat menggunakan kolam terpal berbentuk tabung berdiameter 8 m dan tinggi 1,2 m. Di bagian dasar kolam berbentuk cekung dan di bagian tengahnya terdapat lubang pembuangan. Lubang tersebut dapat memudahkan pembuangan endapan bahan organik. Air juga perlu diganti setiap hari sebanyak 5–10 persen dari total volume air di dalam tambak.

Baca Juga:  Langkah-langkah Pembenihan Belut di Drum

Pakan

Pembudidaya harus mengontrol jumlah pakan agar nilai konversi pakan (FCR) berkisar 1,34. Pakan yang diberikan adalah pelet.

Benih

Kunci keberhasilan dari budidaya udang secara superintensif adalah mutu benih. Benih bermutu baik bisa didapatkan dari produsen yang sudah menerapkan standar operasional prosedur baku benih vaname.