Bulog Luncurkan Produk Pangan Inovatif

Pertanianku — Dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-52, Perum Bulog menyelenggarakan Pesta Rakyat di Kantor Perum Bulog Divisi Regional DKI, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (27/4) malam. Dalam acara ini, Perum Bulog mengadakan bazaar sekaligus meluncurkan produk pangan inovatif, hiburan musik, dan pagelaran budaya wayang kulit yang digelar hingga dini hari.

produk pangan inovatif
Foto: Google Image

Tidak hanya pegawai Bulog yang antusias, masyarakat sekitar juga terlihat bersemangat untuk menyaksikan pertunjukan wayang oleh Ki Warseno Slenk. Sejak pukul 19.00 WIB, mereka sudah datang berbondong-bondong ke area halaman kantor Perum Bulog. Tidak sedikit di antara mereka turut membawa anak dan kerabat.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, acara pertunjukan wayang kulit merupakan salah satu upaya Perum Bulog sebagai bagian dari BUMN dalam melestarikan budaya Indonesia.


Loading...

“Ini salah satu kepedulian kami terhadap seni budaya yang hampir punah, terutama di kalangan generasi muda,” katanya seperti dikutip Republika.

Pada malam Pesta Rakyat tersebut, Perum Bulog juga mempersembahkan tujuh produk baru nan inovatif. Lima di antaranya adalah produk beras lokal unggulan, yakni beras mentik wangi susu, beras merah, beras hitam, beras ketan, dan beras anak daro. Empat produk pertama dikemas dengan merek Caping Emas, sedangkan beras anak daro dikemas dalam merek Suntiang.

Selain itu, Perum Bulog juga merilis dua produk turunan, yaitu ikan bandeng cabut duri yang berasal dari Tarakan, Kalimantan Utara, dengan merek kemasan IkanKITA. Produk kedua, bekatul siap seduh, yang diproduksi dalam merek BekatulKITA.

Ketujuh produk unggulan tersebut selanjutnya akan dijual di wilayah DKI Jakarta sebagai tahap awal. Kecuali untuk produk IkanKITA, produk pangan dalam kemasan itu akan dijual di Balikpapan dan Tarakan. Pengembangan produk pangan unggulan berkualitas dan produk turunan ini terus dilakukan untuk menambah keragaman produk dan menambah nilai tambah produk Perum Bulog.

Baca Juga:  Membuat Larutan Lilin untuk Pelilinan Jeruk

Dalam usia ke-52, Budi berharap Perum Bulog akan terus melakukan perbaikan. Sebab, Perum Bulog adalah pemegang amanah besar yang diberikan bangsa Indonesia.

“Tahun 2018 harus jadi pembelajaran kita untuk tahun ini, begitu pun seterusnya. Sehingga, tahun demi tahun, usia semakin bertambah dan kita dapat semakin lebih baik sebagai sebuah lembaga atau institusi,” kata Budi Waseso.

Loading...
Loading...