Bulog Putus Rantai Tengkulak


Pertanianku – Menteri Pertanian (mentan) Amran Sulaiman bekerja sama dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan penyerapan gabah dari hasil panen petani dan mengimbau petani untuk menjual gabah ke Bulog langsung. Mentan juga mengaku terus mendorong Bulog melakukan pembelian sesuai harga pembelian pemerintah (HPP), Rp3.700/kg.

Hal ini, menurut Amran agar dapat memutus mata rantai tengkulak. “Dengan menjual langsung ke Bulog, petani bisa meminimalisir kehilangan harga setidaknya Rp500 per kg. Kalau dihitung dengan mata rantai tengkulak, petani hanya bisa menjual dengan harga maksimal Rp3.200 per kg,” kata Mentan, belum lama ini, seperti melansir Republika (16/3).

Menurut Mentan, serapan gabah pada dua pekan terakhir, rata-rata hanya 2.000 ton per hari. Namun kini sudah mencapai 14.000 ton per harinya. Itu artinya serapan gabah hasil panen saat ini naik cukup signifikan.

“Saya puas serapan gabah naik signifikan, saya telah meninjau langsung selama beberapa pekan di Jawa,” tambah Amran.

Dari hasil kunjungan kerja ke beberapa daerah, Mentan ditemui sejumlah permasalahan. Salah satunya harga gabah masih di bawah standar. Hal itu dikarenakan adanya permasalahan di lapangan di bawah HPP, dampak curah hujan tinggi dan panen bersamaan jumlah cukup besar.

Kegiatan serapan gabah hasil panen petani yang dilakukan oleh Bulog di lapangan sudah tidak ada masalah karena telah mengalami peningkatan sekitar 700 persen dibanding dua pekan sebelumnya. Gudang Bulog di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pun, menurut Amran, saat ini menyimpan stok beras secara penuh.

“Kami menargetkan penyerapan pada musim panen rata-rata berkisar 20 ribu—30 ribu ton per hari,” tutup Mentan.

Baca Juga:  Pseudoliparis swirei, Spesies Baru dari Tempat Terdalam di Bumi
loading...
loading...