Bulog Siapkan Daging Kerbau Guna Antisipasi Lonjakan Daging Sapi

Pertanianku – Guna mengantisipasi lonjakan permintaan daging jelang Ramadan hingga Idul Fitri, Bulog Sub Divre IV Banyumas akan terus melakukan melakukan penjualan daging kerbau impor selama puasa dan lebaran. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki akternatif lain sehingga masyarakat tidak terlalu tergantung pada daging sapi yang saat ini masih bertengger di kisaran harga Rp110.000—Rp120.000 per kilogram (kg).

“Kita akan jual daging kerbau yang diimpor dari India, hingga saat menjelang lebaran. Bahkan sampai sesudah lebaran, kalau stok masih ada kita akan tetap menjual,” kata Kepala Bulog Banyumas, Setyo Wastono, seperti mengutip Republika (15/5).

Setyo mengungkapkan, pada pekan lalu Bulog sudah mendapat pasokan daging impor sebanyak 1,1 ton. Direncanakan, bila pada stok sebanyak itu habis terjual, pihaknya akan kembali meminta agar bisa segera dipasok kembali.

“Bulog sudah menyiapkan stok daging kerbau impor untuk memenuhi kebutuhan hingga menjelang lebaran. Selain itu, menekan harga daging sapi, juga dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan hingga menjelang lebaran,” tambahnya.

Menurutnya, daging kerbau impor yang sudah beberapa kali dijual Bulog, selama ini cukup banyak diminati masyarakat. Hal ini karena rasa daging kerbau, nyaris sama dengan daging sapi. Padahal, harga jual daging kerbau hanya Rp80.000, jauh lebih murah dibanding harga daging sapi.

Priyono, Juru bicara Bulog Banyumas menyebutkan pembelian daging impor dari hari ke hari terus mengalami peningkatan. Saat ini, katanya, Bulog Sub Divre IV Banyumas bisa menjual hingga 50 kg per hari.

“Pada bulan puasa hingga lebaran, kami perkirakan permintaan akan terus meningkat,” ungkapnya.

loading...
loading...