Bulog Tidak Benamkan Beras


Pertanianku – Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Gatot Irianto, mengklarifikasi pernyataan untuk “membenamkan pegawai bulog jika tidak mampu menyerap gabah produksi petani di Desa Mulyorejo, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.”

Bulog Tidak Benamkan Beras

Sebagaimana dilansir Antaranews (19/4), Saat Gatot Irianto inspeksi mendadak ke desa tersebut untuk melihat secara langsung serapan gabah oleh perusahaan umum bulog, pada saat stok gabah banyak di tangan petani. Jika serapannya minim, ia menyebut akan membenamkan pegawai Bulog ke gudang beras. Menurutnya minimnya serapan gabah akan berimbas pada kondisi stok beras di bulan berikutnya sehingga perlu ada upaya lebih keras mendorong serapan gabah.

“Saya tidak mungkin benamkan Bulog, orang kita sama-sama kok. Kami beli gabah petani dengan segala kondisi dan situasi,” ujar Irianto, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR. Di hadapan anggota DPR, Irianto mengaku pemerintah dengan BUMN, dalam hal ini perusahaan umum bulog, justru tengah berupaya berkoordinasi dalam mendukung kemandirian pangan nasional.

Direktur utama perusahaan umum bulog, Djarot Kusumayakti, mengungkapkan kondisi saat ini memang tidak menyenangkan untuk semua pihak. “Saya sebagai direktur utama bulog juga dalam posisi sulit. Saya tidak ingin memperpanjang ini agar jadi tidak terkendali,” ungkapnya.

Serapan beras oleh BUMN  telah mencapai 497.000 ton setara beras atau 1 juta ton gabah kering. “Dibandingkan periode lalu, pencapaian ini lebih baik. Tapi kalau target memang butuh banyak perjuangan. Maka, harus ada kerja sama yang baik antara Bulog dan Kementerian BUMN, agar tidak ada celah kontraproduktif di antara kami,” jelas Djarot.

Baca Juga:  LIPI Luncurkan Indeks Kesehatan Terumbu Karang Indonesia
loading...
loading...