Bumbu Masakan yang Dapat Berguna Sebagai Pestisida Alami

Pertanianku — Serangan hama menjadi momok bagi para pembudidaya khususnya tanaman sayur. Petani skala besar biasanya menggunakan pestisida atau insektisida yang banyak dijual di toko pertanian agar pengendalian hama berlangsung lebih efektif. Namun, untuk Anda yang menanam pada skala kecil seperti sekadar hobi, sebenarnya bisa memanfaatkan beberapa jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan sebagai pestisida alami.

pestisida alami
foto: Pertanianku

Penggunaan pestisida alami tentunya memberikan keuntungan seperti bebas dari residu bahan kimia yang dapat membahayakan tanaman, lingkungan, dan hasil panen. Selain itu, Anda juga dapat mengefisiensikan biaya bertanam karena pestisida ini sangat mudah dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana. Berikut ini beberapa jenis bumbu masakan yang dapat Anda manfaatkan sebagai pestisida alami.

Cabai merah keriting

Pasti Anda sudah tidak asing dengan cabai merah keriting. Cabai ini sangat sering digunakan pada beragam masakan Indonesia. Cabai merah dapat mengatasi serangan hama semut, kutu daun, berbagai jenis ulat lalat, dan meealybugs. Cabai merah bekerja sebagai insektisida dan penolak (repellent) sehingga hama enggan berada di dekat tanaman.

Cara pembuatannya juga sederhana. Anda hanya tinggal merebus cabai hingga matang, kemudian cabai dihaluskan. Selanjutnya, tambahkan air dengan komposisi 2,5 kg cabai halus dan 7,5 liter air. Larutan pestisida tersebut perlu difermentasikan terlebih dahulu selama 24 jam sebelum dicampur dengan 5—10 gram deterjen. Setelah itu, pestisida sudah siap digunakan.

Bawang merah

Bawang merah dapat bersifat sebagai insektisida dan penolak (repellent) sehingga hama enggan menyerang tanaman. Pestisida alami bawang merah dapat digunakan untuk mengendalikan hama kutu kebul, semut, tungau, dan thrips. Bawang merah juga dapat digunakan untuk mengendalikan alternaria, antraknosa, fusarium, dan busuk daun.

Baca Juga:  Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menanam Mangga

Bawang merah mengandung minyak atsiri, sikloakin, metialin, dihidroalin, flavongglikosida, saponin, peptide, fitohormon, dan kuersetin.

Tomat

Tomat dapat digunakan untuk mengatasi serangan hama kutu daun, ulat buah tomat, dan ulat daun kubis. Bagian yang dapat dimanfaatkan adalah daun, batang, dan ranting. Pestisida yang terbuat dari tomat bersifat sebagai penolak (repellent).

Cara pembuatannya cukup mudah. Anda hanya perlu menumbuk halus 25 kg tanaman tomat yang terdiri atas daun, batang, dan ranting. Setelah itu, masukkan ke tong plastik dan tambahkan air sebanyak 75 liter. Fermentasikan larutan selama 1—7 hari. Saring larutan yang sudah dihasilkan dan tambahkan sedikit deterjen agar pestisida tomat tidak mudah tercuci.

Bawang putih

Bawang putih sudah sangat terkenal sebagai pestisida alami yang sangat mudah dibuat. Pestisida ini dapat diberikan sebelum matahari terbit atau sore hari ketika matahari terbenam. Selain itu, pestisida juga bisa diberikan pada malam hari karena ada beberapa jenis ulat pemakan daun yang keluar di malam hari. Pestisida dapat diberikan sebanyak 2—3 kali dalam seminggu untuk hasil yang maksimal.