Bumi Laskar Pelangi Kantongi Potensi Durian dan Manggis

Pertanianku — Perkembangan pariwisata yang sangat pesat menjadikan Kabupaten Belitung sebagai tujuan wisata lokal dan mancanegara. Sebut saja Pantai Tanjung Tinggi, lokasi syuting film Laskar Pelangi ini tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Potensi durian dan manggis jadi semakin pesat karena pertumbuhan pariwisata yang semakin pesat itu.

Potensi durian dan manggis
Foto: Pixabay

Melansir Republika, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belitung Destika Efenly menyebutkan bahwa Kabupaten Belitung memiliki potensi pengembangan buah-buahan tropis seperti durian, manggis, mangga, dan rambutan.

Berdasarkan angka BPS, pada 2018 produksi buah-buahan di kabupaten ini tercatat sebesar 1.559 ton dengan luas pengembangan 1.533 hektare serta luas panen sekitar 420 hektare. Provinsi Bangka Belitung telah memiliki durian unggulan terdaftar, yaitu Namlung Petaling. Durian ini sudah banyak berkembang terutama di Pulau Bangka.

Loading...

“Keunggulannya adalah warna daging buah kuning muda, berserat halus dan toleran terhadap penyakit busuk batang,” kata Destika.

Selain itu, kabupaten ini juga mengembangkan durian unggulan lokal yang disebut durian Sedati. Keunggulannya, yaitu daging buah beranak di dalam daging buah. Durian jenis ini banyak berkembang di Kecamatan Membalong. Tahun ini akan dikembangkan durian Namlung sebanyak 200 pohon di lokasi Agro Wisata Terong, Kecamatan Sijuk. Potensi yang masih dapat dikembangkan di lokasi agrowisata ini berkisar 30—50 hektare.

Selain durian, Kabupaten Belitung juga berpotensi untuk pengembangan manggis. Buah manggis asal Pulau Belitung telah merambah pasar Singapura, Malaysia, dan Cina karena kualitas manggis Belitung memenuhi persyaratan pasar Internasional.

“Masyarakat Pulau Belitung terus mengembangkan perkebunan manggis karena potensi serapan pasar dalam negeri maupun luar negeri cukup menjanjikan,” ujar Destika.

Diungkapkannya bahwa agribisnis manggis di Belitung sangat menjanjikan karena memiliki nilai jual tinggi. Harga di tingkat petani mencapai Rp20 ribu per kg. Luas perkebunan manggis mencapai 448 hektare dengan setiap panen menghasilkan tiga ton per hektare. Sementara, potensi pengembangan di Kecamatan Membalong mencapai 30 hektare.

Baca Juga:  Atasi kemarau, Masyarakat Diimbau Cari Alternatif Pangan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Buah dan Florikultura Sri Wijayanti Yusuf, mengapresiasi potensi pengembangan durian dan manggis di Kabupaten Belitung. Ia berharap agribisnis durian dan manggis semakin mengembangkan pariwisata Bangka Belitung.

“Tahun 2020 kita akan alokasikan pengembangan kawasan durian dan manggis di Bumi Laskar Pelangi ini,” ujar Yanti. “Selain itu, kedua komoditas ini dapat dikembangkan di lokasi agrowisata atau di lahan hutan kemasyarakatan yang sudah mulai banyak dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Loading...
Loading...