Bunga Echinacea, Si Cantik yang Mampu Meningkatkan Imun Tubuh

Pertanianku Echinacea purpurea sering disebut sebagai kembang kertas oleh masyarakat Sunda. Tanaman yang cantik ini sering ditanam di kebun karena dapat menghasilkan bunga yang indah. Selain indah, bunga Echinacea juga berkhasiat untuk tubuh. Tanaman nan cantik ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi.

bunga echinacea
foto: pixabay

Bunga echinacea termasuk herba tahunan yang dapat tumbuh hingga setinggi 2 m. Daunnya berbentuk lanset hingga menjorong dengan panjang 10—20 cm dan lebar 1,5—10 cm. Bunga tanaman majemuk gabungan dan berwarna ungu atau merah jambu. Anda juga bisa menjumpai beberapa bunga echinacea berwarna kuning atau putih.

Bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah akar, bunga, biji, atau seluruh bagian tanaman. Tanaman ini mengandung beberapa bahan kimia seperti polisakarida, glikoprotein, alkamid, flavonoid, senyawa fenol, cichoric, dan caftaric.

Cara pengolahannya sangat mudah, Anda hanya tinggal mengeringkan seluruh bagian tanaman. Setelah itu, seduh bunga dengan air panas menjadi minuman teh.

Bunga echinacea banyak tumbuh liar di daerah Amerika Utara. Saat ini tanaman tersebut terkenal sebagai penambah daya tahan tubuh yang paling penting di dunia. Belakangan, bunga tersebut mulai diteliti untuk terapi kanker, AIDS, dan mengatasi kelelahan kronis.

Saat ini industri obat-obat tradisional di Indonesia masih mengimpor bahan baku berupa bunga echinacea dari luar negeri. Seluruh bagian tanaman dimanfaatkan sebagai obat herbal karena berkhasiat.

Echinacea sebenarnya dapat tumbuh dengan baik di lingkungan Indonesia pada ketinggian 450—1.100 m dpl. Tanaman ini sudah mampu berbunga di daerah Cipanas (Jawa Barat) dan Ungaran (Jawa Tengah).

Pada dasarnya tanaman tidak beracun untuk dikonsumsi secara oral. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan praktisi sebelum mengonsumsi tanaman herbal ini, terutama untuk penderita autoimun seperti lupus, atau penyakit progresif lainnya seperti tuberkulosis.

Baca Juga:  Cara Mudah Mengenali Jamur Beracun agar Tidak Salah Konsumsi

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap bunga dari keluarga daisy ini juga harus waspada dengan echinacea.

Sejauh ini masih belum diketahui kontraindikasi dari penggunaan echinacea terhadap wanita yang sedang hamil dan menyusui. Namun, untuk menghindari efek buruk yang kemungkinan bisa ditimbulkan, sebaiknya wanita yang sedang hamil dan menyusui menghindari tanaman herbal ini.

Bunga echinacea juga tidak boleh dikonsumsi dalam jangka waktu lama lebih dari delapan minggu karena tanaman tersebut justru akan menurunkan imun tubuh. Tanaman ini memiliki efektivitas pada pemberian 1—2 minggu.


loading...