Bunga Telang, si Pewarna Alami


Pertanianku Bunga telang atau Clitoria ternatea memiliki manfaat sebagai bahan pewarna alami yang bahannya aman dan tidak memiliki efek samping bagi tubuh. Untuk mendapatkan warna tersebut, tanaman ini perlu difermentasi, direbus, atau direndam.

Bunga telang
Foto: Pixabay

Disamping kelebihannya, sebagai pewarna alami, bunga telang memiliki warna yang tidak stabil, mudah pudar dan warnanya kurang cerah sehingga untuk proses pewarnaan jumlah bahan yang dibutuhkan relatif banyak.

Pemanfaatan bunga telang selain sebagai bahan pewarna alami juga bisa digunakan sebagai pakan ternak, tanaman obat, serta tanaman hias dan sayuran. Pemanfaatannya sebagai tanaman obat secara tradisional yang biasa digunakan adalah dedaunannya berguna untuk obat memar.

Akar tanaman bersifat purgatif, narkotik dan dapat menyebabkan kehilangan ingatan, bahkan pingsan. Penampilan bunganya yang cantik terutama bunga biru-keunguan atau putih dapat dijadikan sebagai tanaman hias. Pemanfaatan bunga telang sebagai cover crop dan pakan ternak banyak dilakukan di Australia dan Brasil.

Bunga telang adalah jenis tanaman merambat. Batangnya bulat dengan jumlah anak daun 3—5 buah dan bentuk daunnya majemuk. Tanaman ini mulai berbunga saat umurnya 8—9 minggu setelah tanam.

Menariknya, pembungaan terjadi sepanjang tahun, selama kebutuhan air tercukupi. Bunga berupa bunga tunggal, terbentuk pada ketiak daun, warna mahkota biru keunguan, ungu muda, atau putih dengan bagian tengah berwarna agak lebih pudar.

Bunga telang merupakan sumber pewarna alami indigo (biru) yang diperoleh dari mahkota bunga. Untuk sumber indigo, diekstrak dari bunga yang berwarna biru keungu-unguan.

Warna indigo dari bunga telang termasuk golongan anthosianin. Anthosianin dan anthoxantin tergolong pigmen flavanoid yang pada umumnya larut dalam air. Anthosianin tersusun oleh sebuah aglikon berupa anthosianidin yang teresterifikasi dengan molekul gula, bisa satu atau lebih.

Baca Juga:  Tumbuhan Penghasil Uang Ini Wajib Anda Tanam

Selain bunga telang, beberapa pewarna alami yang sering digunakan dan aman antara lain warna merah dari angkak (beras yang ditanami jamur tertentu), kesumba, kulit buah, pencampuran kunyit dan kapur sirih, warna hijau (daun suji, pandan), kuning (kunyit), hitam (telang), dan biru (bunga telang).