Bunga Teratai, Bunga Hias Berpotensi Diolah Menjadi Makanan

PertaniankuBunga teratai atau Nymphaea pubescens wild merupakan bunga hias yang cantik dan sangat dikenal sebagai bunga dewa di Pulau Bali. Tanaman hias ini sengaja ditanam pada taman kolam untuk digunakan saat upacara atau sembahyang sebagai banten atau dijual kepada turis, baik turis lokal maupun turis mancanegara.

bunga teratai
foto: pixabay

Bunga teratai yang menawan dikenal dengan nama talipuk dalam bahasa Banjar. Bunga teratai ini banyak ditemukan berkembang secara alami di daerah rawa lebak. Tanaman ini tidak membutuhkan campur tangan manusia untuk tumbuh dengan subur.

Bunga teratai bisa hidup di perairan dengan suhu 20—30°C. Batang atau rimpangnya dapat tumbuh tegak di dalam air. Buah tanaman juga masak di dalam air. Daun tanaman berbentuk bundar lonjong dan bergerigi di bagian tepi. Daun tersebut bisa dipergunakan untuk mengapung di permukaan air. Bunga teratai berwarna putih, merah, ungu, kuning, dan biru. Bunga bisa muncul selama beberapa kali dalam setahun.

Loading...

Talipuk mudah ditemukan di perairan rawa hulu Sungai Utara dan di wilayah Alabio, daerah Panggang dan perairan rawa di sekitar wilayah tersebut.

Bunga tersebut sering menjadi sumber pemasukan tambahan untuk para nelayan yang sedang mencari ikan. Namun, sayangnya populasi talipuk di alam bebas sudah mulai berkurang sehingga membuat para pencari talipuk harus masuk ke arah lebak lebih dalam.

Salah satu penyebab berkurangnya populasi bunga teratai di alam adalah penggunaan herbisida oleh petani. Hal tersebut menyebabkan bunga teratai tidak bisa tumbuh dan menghasilkan generasi baru.

Petani bunga teratai di rawa lebak sudah secara turun-temurun memanfaatkan tepung dari biji bunga untuk dibuat menjadi berbagai macam kue tradisional, seperti kue cincin, pais, pipudak, dodol, wadai baceper, dan kue-kue tradisional lainnya.

Baca Juga:  Cara Mencegah Serangan Lalat Buah pada Jambu Air Khiojok

Tak hanya di Indonesia, di Filipina dan India, tepung bunga teratai sering digunakan untuk membuat roti, sedangkan di Cina diolah menjadi bubur.

Tepung yang terbuat dari biji teratai mengandung karbohidrat sebanyak 92,35 persen, pati 3,106 persen, protein 2,49 persen, lemak 0,11 persen, abu 0,49 persen, dan air 4,56 persen. Tepung juga mengandung asam amino yang cukup lengkap, seperti leusina, lysina, aspartate, glutamate, serina, histidina, glysinia, theronina, arhinina, alanian, dan masih banyak lagi.

Salah satu makanan olahan yang terbuat dari biji talipuk adalah bipang talipuk atau ultaih talipuk. Jika dilihat dari manfaat serta kandungannya, sebenarnya bunga teratai bisa menjadi sumber pangan alternatif yang berpotensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

 

Loading...
Loading...