Petani Bali Panen Padi Pertama di Awal Tahun Seluas 32 Hektare


Petanianku — Mengawali 2018, petani Bali panen padi yang mereka tanam. Panen seluas 32 hektare dilakukan di dua kabupaten berbeda pada Senin (1/1). Luas tersebut berasal dari 160 hektare luas padi yang siap panen.

Petani Bali panen padi
Google Image

“Kita sebut ini sebagai panen perdana di tahun 2018,” ujar Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Bali I Made Rai Yasa melalui siaran persnya, Selasa (2/1).

Panen di dua kabupaten tersebut, ungkap Made, yaitu pertama dilakukan di Subak Uma Desa, Desa Banda, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, dengan luas potensi panen 45 hektare. Namun, baru dipanen 30 hektare. Varietas yang dipanen merupakan Cigeulis dengan produktivitas 6,7 ton per hektare.

Sementara, lokasi kedua berada di Subak Mundeh, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

“Dari potensi luas siap panen 115 hektare, hari ini dipanen seluas dua hektare. Varietas yang dipanen adalah Ciherang dengan produktivitas 8,56 ton per hektare,” kata dia.

Sebelumnya, hampir setiap hari telah dilakukan panen di akhir 2017. Pada 31 Desember 2017 lalu, di Subak Gubug II, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, petani memanen padi seluas 10,3 hektare dari potensi yang siap panen seluas 243 hektare. Varietas yang dipanen adalah Ciherang dengan produktivitas 7,23 ton per hektare.

“Masih banyak sawah di Bali dengan padi yang menguning yang siap dipanen. Selain itu, bulan ini ada juga petani yang baru menanam dan ada yang masih hijau,” ungkap Made.

Baca Juga:  Petani: Impor Jagung untuk Kepentingan Sesaat