Burung Biru Makaw Spix Kini Telah Punah


Pertanianku — Bagi Anda yang pernah menonton film “Rio” pasti mengenal karakter burung bernama Blu dan Jewel. Mereka adalah sepasang burung Makaw Spix yang berhasil menyelamatkan spesiesnya dari kepunahan. Namun, tidak seperti yang digambarkan dalam film tersebut. Justru, Makaw Spix kini menjadi salah satu dari delapan spesies burung yang telah dikonfirmasi punah di alam liar.

Makaw Spix
Foto: Pexels0

Kesimpulan ini dikeluarkan setelah dilakukannya analisis dari kelompok konservasi BirdLife International selama delapan tahun. Menurut para ahli, kepunahan ini akibat deforestasi.

“90 persen kepunahan burung dalam beberapa abad terakhir telah menimpa spesies di pulau-pulau,” ungkap Stuart Butchart, seorang ilmuwan dan penulis utama studi yang akan diterbitkan dalam Biological Conservation seperti dilansir National Geographic Indonesia.

Hasilnya menunjukan bahwa kepunahan yang terjadi di seluruh benua disebabkan oleh hilangnya habitat dan degradasi pertanian dan penebangan yang tidak lestari. Pada 2017, hutan tropis telah kehilangan 39 juta hektare tutupan pohon. Ini semakin merugikan hewan-hewan yang menjadikan pohon-pohon tersebut sebagai rumah.

Tidak hanya burung Makaw Spix, beberapa burung lain juga mengalami dampak yang sama. Makaw Glaucous, burung nuri biru dari Brazil, dan Poo-uli, burung dengan wajah hitam asli Hawaii juga terancam dampak hilangnya habitat mereka.

Para penulis kemudian mengamati 61 spesies burung, baik yang tidak pernah terlihat selama lebih dari 10 tahun maupun yang terlihat dalam 10 tahun tapi juga mengalami penurunan jumlah.

Dari sana mereka memeriksa literatur berupa 819 catatan dan 356 hasil survei. Mereka juga akan berkonsultasi dengan para ahli yang telah mempelajarinya. Spesies Makaw Spix terakhir kali terlihat di alam liar lebih dari 18 tahun lalu. Sementara itu, BirdLife International mencatat 80 ekor masih hidup di penangkaran.

Meski begitu, banyak pihak berharap bahwa Makau Spix tidak benar-benar punah, tetapi hanya sedang bersembunyi di dalam hutan Brazil dan menunggu untuk ditemukan.