Burung Gagak Ternyata Jago Bersihkan Sampah


PertaniankuBurung gagak dikenal sebagai burung yang misterius karena kerap dikaitkan dengan hal yang berbau mistis. Namun tahukah Anda, sebenarnya burung gagak adalah burung yang pandai.

Burung gagak
Foto: Pixabay

Kepandaian burung gagak ini dibuktikan dalam jurnal The International Wildlife Encyclopedia, Volume 10, tahun 2002 oleh Maurice Burton dan Robert Burton dalam penelitiannya yang berjudul “Crow”. Penelitian tersebut membuktikan bahwa burung gagak mempunyai tingkat kecerdasan tertinggi di antara para burung.

Penelitian serupa juga dilakukan oleh Bernd Heinrich dan Thomas Bugnyar dari Universitas Vermont, Kanada, dan Universitas St. Andrews, Skotlandia. Hasil penelitian yang dipublikasikan pada majalah American Scientific tersebut menyatakan bahwa burung gagak mampu menggunakan logika untuk memecahkan masalah bahkan melampaui kera besar.

Thomas Bugnyar mengatakan bahwa burung gagak memiliki kemampuan kognitif setara dengan anak usia dua tahun.

Dilansir dari laman idntimes.com, sebuah taman hiburan bernama Puy du Fou di Kota Les Epesses, Prancis, secara khusus melatih enam burung gagak jenis Rooks untuk mengambil puntung rokok dan sampah kering.

Direktur taman bermain Puy du Fou, Nicolas di Villiers kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP) mengungkapkan, alasan dari memanfaatkan burung adalah selain untuk menjaga kebersihan alam, burung dinilai bisa mengajarkan manusia untuk melestarikan lingkungan.

Burung gagak yang paling umum ditemui di sekitar kita adalah jenis burung gagak kampung (Corvus macrorhynchos) atau dalam penamaan bahasa Inggris disebut large-billed crow. Gagak  ini tergolong burung pemakan segala, mulai dari bangkai hewan sampai buah-buahan.

Burung ini mencari makan di sepanjang pantai dan pinggir jalan. Gagak kampung sering memakan bangkai berbagai jenis binatang. Binatang yang mereka buru adalah tupai, tikus, katak, kadal, dan serangga. Selain itu, mereka juga makan nektar dan kelopak bunga.

Secara morfologi gagak ini mempunyai ukuran tubuh antara 35—51 cm. Warnanya dominan hitam mengilap. Paruh dan kakinya hitam. Bagian pangkal paruh terdapat kulit berwarna hitam kemerahan. Irisnya berwarna cokelat gelap. Perbedaannya dengan gagak hutan adalah dasar paruh atasnya yang melengkung ke dalam.

Gagak kampung hidup berkelompok. Saat terbang gagak ini sering mengeluarkan suara yang keras untuk memberitahukan keberadaannya pada kelompoknya. Gagak kampung dapat ditemui di dataran rendah sampai tinggi, bahkan di sekitar pemukiman manusia. Namun, kini gagak ini sangat jarang ditemukan di sekitar pemukiman.

Meskipun gagak bisa menjadi hewan yang membantu manusia dalam mengurangi jumlah sampah, alangkah baiknya jika manusia juga sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Jangan sampai burung pemilah sampah ini malah menjadi korban dari sampah-sampah yang dihasilkan manusia.