Cara Alami Mengendalikan Hama Terung

PertaniankuHama terung harus dikendalikan dengan benar agar gejala serangannya dapat dicegah atau setidaknya dikendalikan sedini mungkin. Ada beberapa jenis hama yang kerap meresahkan petani. Berikut ini cara alami mengendalikan hama terung tersebut.

hama terung
foto: Pertanianku

Kutu aphid hijau

Kutu aphid hijau dapat menyebabkan daun menguning, rapuh, dan tanaman menjadi kerdil. Selain itu, kutu ini menghasilkan kotoran yang dapat mengundang semut dan jamur jelaga sehingga mengakibatkan daun tanaman berwarna hitam. Kondisi tersebut bisa menghambat proses fotosintesis tanaman. Kutu aphid dapat diatasi dengan menggunakan pestisida yang terbuat dari daun kemangi atau bawang putih.

Kumbang daun hitam kehijauan

Kumbang daun menyebabkan daun tanaman berlubang sehingga terlihat seperti jaringan berwarna kelabu. Serangan kumbang daun dapat menyebabkan tanaman yang sedang disemai menjadi kerdil dan bunga tanaman berguguran sebelum dewasa.

Hama kumbang dapat dikendalikan dengan menggunakan corong lampu yang telah diberikan minyak tanah atau minyak goreng di bagian dalamnya. Setelah itu, corong tersebut ditutup. Kumbang akan terjebak melekat pada minyak goreng tersebut. Selain itu, pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida alami.

Lembing

Lembing dapat berperan sebagai predator sekaligus hama bagi tanaman terung. Lembing akan memakan daun sehingga daun tersebut hanya terlihat kerangkanya. Serangan lembing dapat membuat pertumbuhan tanaman terganggu, lalu tanaman menjadi kerdil dan buahnya berukuran kecil.

Lembing dapat diatasi dengan menggunakan musuh alaminya, yakni lebah kecil. Selain itu, hama tersebut juga dapat diatasi dengan melakukan rotasi tanaman untuk mengendalikan penyebarannya.

Lalat buah

Lalat buah merusak buah dengan menusukkan telur ke dalam badan buah. Setelah itu, telur tersebut menetas menjadi larva dan larva akan memakan bagian dalam terung. Lalat buah dapat diatasi dengan menggunakan perangkap yang terbuat dari botol mineral yang ujungnya dibalik. Lalu di bagian dalam jebakan diberikan kapas yang sudah diberikan cairan selasih.

Baca Juga:  Jenis-jenis Kubis yang Dapat Anda Jumpai di Pasaran

Pengendalian juga dapat dilakukan dengan melakukan rotasi tanaman, membuang tanaman yang sudah terserang, dan membungkus buah yang masih kecil dengan kertas yang telah diberi lubang kecil.