Cara Aman Konsumsi Ketumbar sebagai Obat Herbal

PertaniankuKetumbar diketahui bukan hanya sebagai bumbu dapur, melainkan bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal. Namun, rempah-rempah ini tidak boleh asal dikonsumsi karena dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Solusi untuk mencegah efek samping dari ketumbar adalah mengurangi dosisnya.

ketumbar
foto: Pixabay

Apabila dosis awalnya sebesar 1 sendok makan, Anda bisa mengurangi dosis ketumbar menjadi 1 sendok teh untuk sekali konsumsi. Dosis ini tergolong aman untuk pengidap darah rendah dengan tensi 90/70 mm Hg. Jumlah ketumbar yang dapat dikonsumsi di awal adalah 3–4 biji, lalu berangsur meningkat.

Sebaiknya, berikan jeda sehari setiap pekan agar tidak muncul efek negatif akibat akumulasi dari konsumsi obat herbal. Konsumsi herbal sebaiknya dalam bentuk racikan beberapa herbal yang saling bersinergi.

Pada dasarnya, penggunaan dosis ramuan herbal harus disesuaikan dengan anjuran dari ahli atau dari yang paling rendah karena respons terhadap bahan obat atau herbal berbeda-beda untuk setiap orang. Frekuensi konsumsinya pun sebaiknya mengikuti anjuran ahli.

Pengobatan secara medis ataupun herbal harus memperhatikan kondisi setiap pasien. Itu sebabnya bila pengobatan dilakukan di bawah pengawasan ahli seperti dokter ataupun herbalis, pasti dianjurkan untuk konsultasi ulang ketika gejala penyakit berlanjut.

Efek samping ramuan ketumbar adalah pusing, bahkan ada yang merasa drop sampai setengah pingsan. Hal ini bisa terjadi bila pasien tidak menyesuaikan dosis dengan kondisi tubuhnya. Efek samping tersebut langsung dirasakan setelah sekali diminum. Efek samping dari ramuan herbal bisa jadi baru muncul setelah hari ke-2 atau ke-3. Solusi terbaik ketika mengalami kejadian tersebut ialah menghentikan penggunaan.

Ketumbar dinilai mampu sebagai obat herbal karena mengandung flavonoid yang dapat menurunkan kadar gula darah. Flavonoid tersebut bersifat antioksidan dan melindungi pankreas serta meningkatkan sensitivitas terhadap insulin. Obat herbal yang bersifat hipoglikemik atau menurunkan kadar gula darah tidak boleh dikonsumsi pada pagi hari setelah bangun tidur.

Baca Juga:  Buah yang Berfungsi Jadi Obat Kolesterol