Cara Beternak Kroto dari Induk yang Didapatkan dari Alam

Pertanianku — Pada musim hujan induk semut penghasil kroto akan sulit dicari. Untuk mendapatkan hasil kroto yang konsisten di setiap musim, Anda tak bisa hanya mengandalkan tangkapan dari alam. Anda membutuhkan sistem beternak kroto agar bisa menyiapkan induk penghasil kroto sendiri.

beternak kroto
foto: pertanianku

Beternak kroto sebaiknya dilakukan secara bersamaan, yaitu segmen pembibitan dan produksi kroto. Pasalnya, ketersediaan bibit harus dilakukan secara kontinuitas. Langkah beternak kroto dimulai dengan mencari indukan dari alam.

Di alam, koloni indukan akan membuat sarang mereka di pepohonan yang rimbun. Waktu yang tepat untuk berburu induk kroto adalah pada saat musim kemarau karena sarang-sarang semut rangrang masih sangat utuh dan terdapat koloni lainnya di dalam sarang tersebut. Selain itu, pada musim kemarau sarang induk kroto memiliki risiko yang kecil terhadap serangan kutu dibanding saat musim hujan.

Pada musim hujan, Anda akan susah mencari koloni kroto dalam jumlah banyak. Bahkan, 80 persen sarang induk kroto pada musim hujan terserang kutu dan semut hitam.

Semut yang akan diternakkan dalam tempat ternak tidak bisa langsung merasa nyaman. Tingkat adaptasi mereka dengan lingkungan baru hanya sebesar 40—50 persen. Setelah dua bulan ditempatkan dalam tempat budidaya, para semut baru akan nyaman 100 persen dan baru bisa melakukan pembibitan.

Semut rangrang harus beradaptasi dari habitat aslinya dengan sarang yang berada dalam tempat peternakan. Namun, dengan sendirinya semut akan mengalami proses adaptasi secara alami sehingga akan betah pada media peternakan.

Agar terhindar dari gigitan semut yang dapat membuat kulit Anda bengkak, selalu gunakan pelindung yang memadai, seperti sarung tangan yang dilumuri tepung kanji atau maizena agar semut tidak bisa menempel pada tubuh Anda.

Baca Juga:  Ciri-ciri Ayam Dara Petelur yang Memiliki Daya Bertelur Tinggi

Sarang yang akan dibesarkan dalam peternakan sebaiknya yang daunnya masih hijau. Pasalnya, sarang yang berdaun hijau biasanya memiliki koloni semut dalam jumlah yang banyak. Jika dedaunan sudah tampak cokelat, biasanya sudah ditinggalkan oleh sebagian besar koloni semut.

Setelah Anda mendapatkan sarang semut yang diinginkan, potonglah sarang-sarang tersebut menggunakan gunting rumput atau ranting. Usahakan dedaunan pada sarang jangan sampai rusak karena dapat mengurangi jumlah koloni akibat semut yang melarikan diri. Setelah terkumpul semua, masukkan sarang semut ke bak plastik besar yang dindingnya sudah dilumuri oleh tepung kanji agar semut tidak bisa kabur.

Tahap selanjutnya adalah pemindahan semut ke media ternak dengan menggunakan sarung tangan yang sudah dilumuri tepung kanji dan masukkan semut ke stoples. Saat baru pertama kali dipindahkan, stoples harus ditutup dengan lakban selama tiga jam. Stoples tersebut sebaiknya sudah dilubangi sebagai jalur keluar masuk semut.


loading...