Cara Beternak Kura-kura Air Tawar yang Baik dan Benar


Pertanianku — Kura-kura banyak disukai karena bentuknya yang lucu, mirip seperti binatang purba, serta kepala dan kakinya bisa keluar masuk cangkang. Kura-kura juga senang diajak bermain. Karena itu, beternak kura-kura air tawar akan menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

beternak kura-kura air tawar
Foto: Google Image

Akan tetapi, bagaimana caranya beternak kura-kura air tawar itu? Nah, berikut ini ulasannya, yuk simak.

Persiapan kandang

Kandang yang paling bagus untuk memelihara kura-kura air tawar ialah kolam yang mempunyai bagian daratan dan perairan. Lapisi wilayah daratan tersebut memakai pasir agar kondisinya mirip seperti habitat asli kura-kura. Namun jika Anda tidak mungkin membuat kolam pemeliharaan, silakan gunakan akuarium atau ember berukuran besar yang telah diisi beberapa batubata sebagai area daratannya.

Selalu gunakan air tanah yang bersih untuk dimasukkan ke kandang kura-kura. Tuangkan air tanah ini ke dalam kandang hingga tinggi muka airnya minimal sama dengan panjang kura-kura. Selain itu, lengkapi wilayah perairan dengan alat filtrasi agar kebersihannya senantiasa terjaga dengan baik.

Pemilihan indukan

Secara garis besar, kura-kura mulai siap melakukan perkawinan pada usia 5—6 tahun. Pilihlah kura-kura indukan yang kondisi kesehatannya bagus. Kura-kura tersebut harus bersih, tempurungnya kokoh dan mengkilap, berwarna cerah, serta memiliki corak yang sesuai dengan spesiesnya.

Perhatikan pula bagian matanya untuk melihat apakah matanya lebar, kondisinya jernih, dan bersih serta memiliki hidung yang bersih dan kering. Jangan lupa untuk mencermati gerakan kura-kura tersebut. Kura-kura yang sehat akan aktif bergerak terutama saat berada di dalam air.

Perkawinan kura-kura

Kura-kura betina yang akan dikawinkan harus berusia minimal 5 tahun dan mempunyai diameter tempurung lebih dari 15 cm. Kedua indukan harus berasal dari spesies yang sama untuk menjaga keaslian keturunannya. Masukkan seekor kura-kura jantan dan seekor kura-kura betina ke kolam pemijahan.

Baca Juga:  Burung Tukan Toco, Pendatang Baru dari Amerika Selatan yang Menawan

Jika mereka berkelahi, segera keluarkan kura-kura jantan untuk diganti dengan indukan yang lain. Tetapi bila keduanya tampak tenang, Anda bisa meninggalkannya selama 45 menit. Apabila selama waktu tersebut pejantan tidak terlihat mendekati betinanya, Anda harus mengganti dengan kura-kura jantan yang lain.

Kura-kura betina yang sedang hamil sebaiknya ditempatkan di kolam khusus. Usahakan kondisi kolam tersebut benar-benar optimal untuk mendukung kondisi kesehatan indukan tadi. Pada masa ini, biasanya nafsu makan kura-kura akan menurun.

Tahukah Anda? Kura-kura akan tetap menyimpan telur di dalam perutnya selama ia tidak menemukan sarang yang pas untuk bertelur. Jadi, membuat sarang telur buatan yang nyaman hukumnya wajib. Sarang ini berupa kolam yang mempunyai lapisan pasir cukup tebal dan wilayah daratan yang lebih luas.

Kura-kura air tawar yang hendak bertelur biasanya menghabiskan lebih banyak waktunya di darat. Ia akan mencari posisi mana yang paling tepat untuk mengubur telur-telurnya. Jika telur tersebut sudah keluar, Anda bisa mengeluarkan kura-kura dari sarang bertelur ini.

Pemeliharaan kura-kura

Pada dasarnya, kura-kura akan tumbuh dengan baik jika tempat tinggalnya bersih dan terawat. Suhu udara yang cocok bagi kura-kura berkisar antara 22—27° C dengan pH air sekitar 6—6,5. Usahakan supaya kandang bisa mendapatkan sinar matahari secara langsung karena kura-kura membutuhkan cahaya alami untuk mendukung pertumbuhan karapasnya.

Beberapa pakan alami yang bagus untuk kura-kura antara lain jangkrik, udang, ikan, cumi-cumi, kuning telur, cacing, pepaya, kubis, kangkung, dan tahu. Sementara, beberapa pakan yang harus dihindari oleh kura-kura, yaitu bayam dan daging binatang ternak. Untuk kura-kura kecil, pakan diberikan sebanyak 2 kali/hari dan untuk kura-kura dewasa adalah 3 hari sekali.