Cara Budidaya Jagung Tanpa Olah Tanah

Pertanianku — Jagung merupakan salah satu tumbuhan yang mesti dibudidayakan dengan metode khusus, yakni tanpa olah tanah atau lebih dikenal dengan sebutan TOT. Cara ini dianggap praktis dan efisien sehingga dapat menghemat biaya, mempersingkat waktu panen, dan meminimalisir kegagalan panen. Berikut cara budidaya jagung menggunakan metode TOT.

budidaya jagung
Foto: Pixabay
  1. Pengelolaan jerami

Pengelolaan jerami ini maksudnya adalah pembersihan jerami setelah penanaman padi dengan cara dibabat sampai habis, kemudian dibakar. Cara ini dilakukan dengan tujuan mencegah adanya pertumbuhan padi dan juga gulma kembali.

  1. Pembuatan drainase

Pada keliling petakan sawah buatlah saluran drainase dengan lebar 30 cm dan tinggi 20 cm. Cara ini bermanfaat untuk pengaturan air drainase sawah serta sebagai sistem irigasi sawah.

  1. Pembasmian gulma

Lakukan pembasmian pada gulma dengan melakukan penyemprotan menggunakan herbisida pada H-5 hingga H-7 sebelum tanam jagung. Gunakan herbisida pratumbuh jika gulma tidak ada atau belum tumbuh dan gunakan herbisida purnatumbuh jika gulma sudah tumbuh pada lahan Anda.

  1. Persiapan benih jagung

Siapkan benih jagung berkualitas yang memiliki daya tumbuh sekitar 90—95 persen dan diperlukan benih 20 kilogram per hektare. Sebaiknya, lakukan seedtreatmen menggunakan insektisida 3 kilogram benih per bungkus.

  1. Penanaman jagung

Buat lubang sedalam 5—7 cm dan setiap lubang isi dengan benih jagung sebanyak 2—3 biji. Buat jarak antarlubang 75—80 cm × 40—50 cm, kemudian benih tersebut ditutup menggunakan pupuk kandang.

  1. Penyulaman

Penyulaman ini dilakukan dengan tujuan melakukan penanaman kembali jika ditemukan jagung yang tidak tumbuh atau tumbuh kerdil. Lakukan penyulaman pada saat tumbuhan jagung berusia 10 hari.

  1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan 2 kali dan usahakan kondisi tanah lembap dengan pemberian air irigasi misalnya. Lakukan pemupukan pertama pada jagung saat berusia 14 hari dengan cara membuat lubang sedalam 5 cm di samping tanaman jagung. Pupuk yang diperlukan sekitar 100 kilogram per hektare untuk urea, 100—150 kilogram per hektare untuk SP36, dan 50—100 kilogram per hektare untuk KCL.

Baca Juga:  Harga Gabah dan Beras Turun, NTP Naik pada Mei 2019

Lakukan pemupukan ulang atau kedua dengan komposisi pupuk sebesar 200—250 kilogram per hektare untuk urea, 50 kilogram per hektare ZA. Pemupukan ke-3 dilakukan pada usia 42 hari dengan menggunakan 150 kilogram urea per hektare.

  1. Penyiangan

Lakukan penyiangan atau pembersihan pada gulma yang telah tumbuh menggunakan pacul, yaitu ketika tanaman berusia 3—5 minggu, serta lakukan pembumbunan juga.

  1. Pemberian insektisida

Jagung adalah salah satu tumbuhan yang sensitif terhadap hama. Bahkan, bisa-bisa si hama bisa tumbuh subur dibandingkan dengan si jagung. Oleh karena itu, kendalikan hama (lalat bibit yang sering mengganggu tumbuhan jagung) dengan menggunakan pestisida karbufuran dengan dosis 5—7 butir per lubang tanaman. Berikan insektisida pada bagian pucuk daun sebanyak 3—5 butir untuk mencegah hama pada batang dan tongkol jagung.

  1. Pengairan

Lakukan pengairan yang tepat agar jagung tidak kelebihan atau kekurangan asupan air sehingga memengaruhi pertumbuhannya dan hasil panen.

Loading...