Cara Budidaya Timun Suri Agar Berbuah Lebat


Pertanianku — Timun suri adalah tumbuhan semusim penghasil buah dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Buah timun suri biasanya sangat laris ketika Ramadan. Karena itu, budidaya buah ini memiliki peluang yang cukup bagus. Adapun cara budidaya timun suri sebenarnya tidak begitu sulit.

cara budidaya timun suri
Foto: Google Image

Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan dalam budidaya timun suri sebagai berikut.

  1. Persiapan lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam timun suri dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman lainnya. Selanjutnya, gemburkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul. Kemudian, buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 80—90 cm. Dalam setiap bedengan dibuat 2 lajur, yaitu kanan dan kiri serta bagian tengahnya dibuat parit dengan lebar sekitar 40—50 cm.

Jika pH tanah di bawah 5,5, lakukan pengapuran dengan dolomit. Lakukan pula pemupukan dasar pada bedengan dengan menggunakan pupuk organik ataupun non-organik.

Pupuk organik yang dapat digunakan dapat berupa pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Sementara, pupuk anorganik yang bisa digunakan, yaitu pupuk TSP/SP-36, KCl, dan Urea/ZA dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Pemupukan dasar biasanya dilakukan 10—15 hari sebelum tanam.

  1. Persiapan bibit timun suri

Benih timun suri dapat diperoleh dengan cara membuat benih sendiri dari tanaman sebelumnya. Timun suri yang akan dijadikan bibit dipilih yang telah tua dan sehat lalu diambil bijinya. Anda juga dapat membeli biji benih di toko pertanian juka tidak ingin repot.

Setelah biji benih didapatkan, seleksi biji benih dengan cara merendamnya dalam air. Jika ada benih yang mengapung, buang saja karena itu berarti kurang baik. Setelah itu, benih timun suri dapat ditanam langsung ataupun disemai terlebih dahulu. Media semai yang digunakan, yaitu campuran tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1.

  1. Penanaman timun suri
Baca Juga:  Indonesia Harus Contoh Pertanian Modern di Jepang

Jika bibit timun suri telah berumur sekitar 10 hari setelah semai, maka dapat dilakukan penanaman. Jarak tanam yang digunakan, yaitu sekitar 70—80 cm. Dalam setiap lubang tanam yang dibuat dengan kedalaman sekitar 2 cm ditanami 2 benih bibit, lalu timbun kembali dengan tanah dan siram agar lahan tetap lembap.

  1. Perawatan tanaman timun suri

Perawatan tanaman timun suri sangat penting untuk dilakukan agar bisa berbuah secara maksimal. Lakukan penyiraman pada tanaman timun suri seperlunya saja karena tanaman timun suri tahan pada kekeringan dan cuaca panas.

Kemudian lakukan pengontrolan tanaman, jika ada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal lakukan penyulaman dan ganti dengan tanaman yang baru. Penyulaman ini dilakukan hingga tanaman berumur 10 hari setelah tanam. Lakukan pula penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman.

Pemupukan pada tanaman timun suri dilakukan sebanyak 5 kali selama musim tanam, yaitu pada saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam, 17 hari setelah tanam, 24 hari setelah tanam, 31 hari setelah tanam, dan 40 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan, yaitu pupuk NPK. Pemberian pupuk susulan ini dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor.