Cara-cara Mengatasi Kutu Daun pada Tanaman Mawar

Pertanianku — Hama tanaman mawar yang kerap membuat resah adalah kutu daun. Kutu daun mawar akan menusukkan alat yang berada di dalam mulutnya ke dalam jaringan tanaman yang lunak, seperti pucuk daun muda dan bakal bunga. Alat tersebut halus, tajam, dan runcing. Hama akan mengisap cairan yang ada di dalam tanaman sebagai pakan.

kutu daun mawar
foto: Pertanianku

Bagian tanaman yang terserang oleh kutu daun mawar akan berubah menjadi layu dan pertumbuhannya terganggu.

Salah satu hal yang cukup menyebalkan dari hama ini ialah berkoloni. Kutu akan berkoloni di bagian permukaan bawah daun yang masih muda, pucuk, dan bakal bunga. Oleh karena itu, hama ini tidak hanya menurunkan produktivitas tanaman, tetapi juga menurunkan kualitas bunga karena hama juga menyerang bakal bunga. Bunga yang sudah terserang hama kutu tidak bisa dijual karena penampilannya kurang menarik.

Kutu daun mawar bertubuh lunak, berbentuk lonjong, serta bagian ekornya terlihat lebih besar dan gemuk dibanding kepalanya. Panjang tubuh kutu daun rata-rata sekitar 2—5 mm.  Kutu berwarna hijau muda atau kuning kehijauan. Di daerah tropis, kutu dapat berkembang biak tanpa melalui proses perkawinan.

Kutu daun berkembang biak dengan cara partenogenetik. Satu ekor betina bisa menghasilkan 24 ekor nimfa dengan rata-rata lama hidup sekitar 18,9 hari. Sementara itu, hama yang berada di dalam rumah kaca dapat menghasilkan nimfa sebanyak 19 ekor dengan lama hidup sekitar 21,1 hari. Meski jumlahnya terbilang lebih sedikit, lama hidup nimfa relatif lebih lama.

Ada beberapa cara mengendalikan hama kutu daun, mulai dari cara mekanis, kimiawi, hingga biologi.

Pengendalian mekanis

Jika populasi kutu masih terbilang rendah, Anda bisa mengendalikannya dengan menyemprotkan air melalui selang ber-nozzel dengan tekanan kuat. Sementara itu, jika populasi kutu terbilang cukup tinggi, Anda memerlukan insektisida sintetik, nabati, atau hayati.

Baca Juga:  5 Tepat yang Harus Diterapkan Saat Pemupukan

Insektisida sintetik

Ada sekitar 40 jenis insektisida yang bisa digunakan untuk menekan populasi kutu, di antaranya insektisida berbahan aktif betasilfurin, deltametrin, diafentiuro, fosalon, imidakloprid, dan sipermetrin.

Insektisida nabati

Insektisida nabati untuk mengatasi kutu daun dapat terbuat dari ekstrak biji dan daun tanaman yang berasal dari famili Annonaceae (sirsak, srikaya, dan buah nona), dan Meliaceae (neem/nimba, mindi, dan mahoni).

Agen hayati

Agen hayati yang bisa digunakan untuk mengatasi serangan hama daun adalah cendawan Beauveria bassiana.