Cara Harian untuk Mengelola Kualitas Air Kolam Ikan Lele

Pertanianku — Ikan lele memang merupakan ikan yang mudah tumbuh dan berkembang biak di kolam apa saja. Namun, bukan  berarti kualitas air kolam bisa diabaikan begitu saja oleh para pembudidaya. Anda juga harus menjaga kualitas air kolam ikan lele rutin setiap hari agar ikan tidak mati keracunan akibat kualitas air yang tidak baik.

air kolam ikan lele
foto: pertanianku

Kualitas air kolam menurun ditandai dengan tercium bau busuk yang ditimbulkan oleh amonia. Jika sudah tercium bau, pembudidaya harus mengurangi pemberian pakan. Selanjutnya, berikan kapur pertanian sebanyak 10—20 gram/m3 air media.

Jika kualitas air kolam sudah sangat buruk, tingkah laku ikan lele menjadi berubah, seperti aktivitas makan yang menurun. Jika sudah terjadi seperti itu, buang air kolam bagian bawah sebanyak 30 persen dan diganti dengan air yang baru. Selanjutnya, berikan larutan garam gosok dengan takaran 1—3 kg/m3 dan pemberian pakan sementara waktu harus sedikit dikurangi.

Salah satu cara menjaga kualitas air kolam ikan lele adalah dengan memberikan pakan yang tepat. Dengan begitu, pakan akan dikonsumsi dengan baik dan persentase pakan yang tidak terkonsumsi dan akhirnya mengendap di dasar kolam tidak terlalu besar. Pakan yang terakumulasi di dasar kolam yang tidak dibersihkan dapat menjadi penyebab kualitas air kolam semakin menurun.

Anda juga dapat memberikan probiotik dalam pakan ikan agar membentuk bioflok. Bioflok merupakan gabuangan dari kata ‘bios’ (kehidupan) dan ‘flock’ (gumpalan). Biofolok adalah kumpulan dari berbagai macam organisme seperti bakteri, mikoralga, ragi, protozoa, dan semacamnya. Mikroorganisme tersebut bersatu dalam satu gumpalan.

Gumpalan atau bioflok berfungsi untuk menambahkan organisme hidup dalam media kolam. Mikroorganisme tersebut dapat berperan menjadi pakan alami ikan lele, tetapi juga dapat menjaga keseimbangan air kolam sehingga ikan lele menjadi lebih sehat.

Baca Juga:  Kelebihan dan Kekurangan Kolam Tanah untuk Pemijahan Belut

Probiotik juga dapat diberikan dengan menambahkan probiotik khusus air sebanyak 300 ml untuk setiap 1 kg pakan fermentasi yang diberikan pada benih lele. Pemberian pakan ini dilakukan rutin setiap sore selama masa pemeliharaan.

Selanjutnya, Anda juga harus melakukan pemantauan kepekatan bioflok dalam kolam secara rutin setiap 5—7 hari sekali. Bioflok tidak boleh terlalu pekat yang ditandai dengan jumlah endapan dasar kolam lebih dari 10 persen dari volume air media.

Endapan tersebut juga harus dikeluarkan dengan cara mengalirkan air kolam bagian bawah sebanyak 25 persen. Proses pembuangan tersebut berlangsung selama 5—10 menit dengan kondisi intalasi aerasi yang dimatikan.


loading...